Raja Saifullah Mengangkat Abuya Amran Waly Al-Khalidi Sebagai Qadhi Malikul ‘Adil di Aceh Darussalam

Kamis, 9 Januari 2025

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Oleh: Hamdan Budiman

Raja Saifullah, keturunan Raja Sultan Alaidin Inayatsyah yang ke-13, Kesultanan Aceh Darussalam, mengangkat Abuya Amran Waly al-Khalidi sebagai Qadhi Malikul ‘Adil, atau sering dikenal sebagai Mufti Kerajaan.

Dalam budaya Aceh, jabatan Qadhi Malikul ‘Adil merupakan posisi tertinggi dalam hal keagamaan, yang sangat dihormati dan dianggap memiliki kedudukan strategis dalam mengatur syariat Islam.

BACA JUGA...  Indonesia Gagal Berhaji, Natalius Pigai Akan Gugat ke Mahkamah Agung

Abuya Amran Waly al-Khalidi dikenal sebagai seorang faqih atau ahli hukum Islam, memiliki pengetahuan yang mendalam dalam ilmu kalam, tauhid, dan tasawuf.

Kalau tempo dulu, Sebagai Qadhi, tentunya, Abuya Amran Wali memiliki tugas utama untuk menegakkan hukum Islam dan menyelesaikan perselisihan antarwarga.

Kepemimpinan yang sangat diperlukan untuk memastikan bahwa nilai-nilai syariah diterapkan dengan adil dan merata, sehingga masyarakat dapat hidup dalam harmoni dan ketentraman.

BACA JUGA...  Tingkatkan Kedermawan di Bulan Ramadhan

Kesultanan Aceh sendiri, yang memiliki tradisi panjang dalam memelihara ilmu pengetahuan dan kebudayaan Islam, menjadi tempat yang subur bagi tokoh-tokoh intelektual semacam Abuya Amran Wali.

Sebelumnya, jabatan Qadhi Malikul ‘Adil ini juga pernah diisi oleh tokoh-tokoh besar seperti Syekh Abdurrauf atau Syiah Kuala, yang dikenal dengan karya-karya dan pemikirannya yang mendalam.

BACA JUGA...  Makam Sultan Iskandar Muda: Warisan Sejarah Kejayaan Aceh Darussalam

Berita Terkait

Tangsel Darurat Narkoba: Ketika Para Punggawa Pemberantas Narkoba Justru Menjadi Pemakai dan Pengedarnya
Polemik BPJN Aceh, Berbagai Pihak Ajak Kedepankan Solusi untuk Pembangunan Jalan Nasional
Masa Depan Tata Kelola Media Massa dan Tantangan Disrupsi Digital
Sipilisasi Polri dan Jalan Panjang Reformasi yang Terlupakan
Menggugat Arus Modernisasi: Menjaga Muruah Adat Aceh yang Mulai Terkikis
Di Bawah Bayang Disrupsi Digital, Pers Tetap Menjadi Ruang Verifikasi Publik
JKA: Ibarat Buah Simalakama
Refleksi Kepemimpinan Gubernur Aceh Muzakir Manaf, Tantangan dan Harapan

Berita Terkait

Senin, 27 Juli 2026 - 20:02 WIB

Tangsel Darurat Narkoba: Ketika Para Punggawa Pemberantas Narkoba Justru Menjadi Pemakai dan Pengedarnya

Kamis, 2 Juli 2026 - 12:05 WIB

Polemik BPJN Aceh, Berbagai Pihak Ajak Kedepankan Solusi untuk Pembangunan Jalan Nasional

Kamis, 11 Juni 2026 - 16:14 WIB

Masa Depan Tata Kelola Media Massa dan Tantangan Disrupsi Digital

Rabu, 10 Juni 2026 - 11:52 WIB

Sipilisasi Polri dan Jalan Panjang Reformasi yang Terlupakan

Jumat, 29 Mei 2026 - 15:08 WIB

Menggugat Arus Modernisasi: Menjaga Muruah Adat Aceh yang Mulai Terkikis

Berita Terbaru

Teuku Alamsyah sedang membubuhkan tanda tangan dalam berita acara setelah dilantik oleh Bupati Asel HMW di Tapaktuan, Jumat, (14/8/2026).(Foto/mediaaceh.co.id/istimewa).

PEMERINTAHAN

M. Najur dan Teuku Alamsyah Dilantik 

Jumat, 14 Agu 2026 - 18:18 WIB

dr. Emil Fathoni specialis intervensi yang juga specialis jantung dan pembuluh darah sedang menangani langsung operasi kateterisasi jantung di RSUD dr. H. Yuliddin Away Tapaktuan, Jumat, (14/8/2026).(Foto/mediaaceh.co.id/ istimewa).

KESEHATAN

RSUD Yuliddin Away Kini Layani Pemasangan Ring Jantung

Jumat, 14 Agu 2026 - 18:07 WIB

NEWS FEATURE

Enam Bulan Memulihkan Rantau Setelah Banjir

Jumat, 14 Agu 2026 - 13:06 WIB