Sabang (MA) – Pemerintah Kota Sabang mendukung kerjasama Bank Aceh Syariah dengan Badan Kota Tanpa Kumuh (Kotaku), untuk mengembangkan kewirausahaan bagi pelaku Usaha Micro Kecil dan Menengah (UMKM) di Sabang.
Hal tersebut disampaikan Wali Kota Sabang, yang diwakili Sekretaris Kesehatan Rajuddin,SH, pada sosialisasi kewirausahaan yang digelar, Rabu (27/11/19) di Nagoya Inn Hotel.
Wali Kota mengatakan, dalam pembangunan ekomomi di Indonesia UMKM selalu digambarkan sebagai sektor yang mempunyai peranan penting, karena sebagian besar jumlah penduduk, hidup dalam kegiatan usaha kecil baik disektor tradisional maupun modern.
Keberadaan UMKM sudah menjadi pilar ekonomi bangsa, pelaku usaha itu sendiri bukan hanya dilihat pada jumlahnya saja, akan tetapi bagaimana para pengusaha bisa tetap eksis secara terus menerus.
Dalam menghadapi persaingan yang semakin ketat, dikarenakan semakin terbukanya pasar dalam negeri maupun faktor globalisasi, hal itu merupakan tantangan bagi UMKM, dimana banyaknya barang-barang dan jasa yang masuk dari luar negeri, jelas Wali Kota.
Oleh karena itu harap Wali Kota Sabang, sosialisasi kewirausahaan yang dilaksanakan oleh PT.Bank Aceh Syariah bekerjasama dengan Kotaku, dipandang memiliki peran sangat strategis untuk mengangkat perekonomian masyarakat di Kota Sabang, harap Wali Kota.
Sementara Kepala PT.Bank Aceh Syariah Cabang Kota Sabang T Zulfikar, pada pembukaan sosialisasi kewirausahaan mengatakan, UMKM merupakan usaha produktif yang dapat dimiliki oleh perorangan maupun badan usaha yang telah memenuhi kriteria – kriteria tertentu, sebagaimana disebutkan dalam Undang – Undang Nomor 20 tahun 2008 tentang UMKM. Sedangkan UMKM sendiri memiliki peran penting dalam perekonomian masyarakat negeri ini, baik dari sisi lapangan kerja yang tercipta maupun dari sisi jumlah usahanya.
Menurut Kementerian PPN/Bappenas laju pertumbuhan ekonomi di indonesia dijelaskan, belakangan ini meningkat sebanyak 0,05 persen, salah satu penopang pertumbuhan ekonomi itu terlihat dari geliat kegiatan usaha kecil yang signifikan, baik disektor tradisional maupun modern melalui UMKM.
Usaha mandiri yang dijalankan masyarakat menengah kebawah, memiliki peran strategis dalam menggerakan roda perekonomian bangsa, yang menjadikan keberadaan UMKM kuat. Karena keberadaannya terbesar diseluruh penjuru negeri dan menguasai sekitar 99 persen aktifitas bisnis di Indonesia, jelas T Zulfikar.
Pada kesempatan tersebut, juga dibuka bazar dengan dijajakan berbagai hasil produksi industri rumah dan kelompok yang diikuti sejumlah Gampong di Kota Sabang. Sosialisasi kewirausahaan digelar satu hari penuh dengan peserta para pelaku industri dan usaha yang ada di Kota Sabang.(Jalal).




