Partai Politik Bukan Aqidah

Kamis, 20 Juni 2024

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ustadz Tgk. Muchsin, mengajar pada STAI Tapaktuan Aceh Selatan.(poto/mediaaceh.co.id/istimewa).

Ustadz Tgk. Muchsin, mengajar pada STAI Tapaktuan Aceh Selatan.(poto/mediaaceh.co.id/istimewa).

Kebijakan dan ideologi partai politik dapat bergeser seiring waktu, sedangkan akidah, di sisi lain, adalah keyakinan mendalam yang bersifat tetap (absolute)  dan menjadi landasan hidup yang fundamental bagi seseorang penganut agama.

Dengan demikian, menganggap Partai Politik sebagai sesuatu yang tidak dapat berubah adalah sebuah kesalahan konseptual dan secara akal sehat.

BACA JUGA...  NasDem Rekom Ayah Wa-Panyang, M. Jhony: Terimakasih 

Kedua, fleksibilitas dalam pemikiran politik yang bermakna, dalam politik, perbedaan pendapat dan perubahan pandangan adalah hal yang wajar dan sehat. Seseorang dapat mendukung satu partai pada satu masa dan beralih mendukung partai lain ketika pandangan atau kebijakan partai tersebut lebih sesuai dengan situasi dan kondisi yang ada. Aqidah, sebaliknya, tidak mengenal fleksibilitas semacam ini karena berakar pada keyakinan fundamental yang bersifat pribadi dan spiritual.

BACA JUGA...  Di Tanah yang Terlupakan, Saiful Bahri Mengangkat Derita Sekerak ke Ruang Kebijakan

Ketiga, potensi polarisasi dan konflik, maknanya, jika Parpol  diperlakukan seperti aqidah, hal ini dapat memicu polarisasi dan konflik yang mendalam di masyarakat.

Perbedaan politik yang sehat berubah menjadi permusuhan yang merusak persatuan dan kesatuan bangsa. Dalam konteks ini, loyalitas yang buta terhadap Parpol dapat menghalangi dialog konstruktif dan kompromi yang esensial dalam demokrasi.

BACA JUGA...  Usman Lamreung: Partai atau Egosentris Syahwat Politik Pemenuhan Kekuasaan?

Berita Terkait

Dari Bantuan Darurat ke Ekonomi Mandiri
Air yang Datang, Sawah yang Kembali Berharap
Lilawangsa Run 2026: Berlari Merawat Asa, Memulihkan Luka Pascabencana
Jembatan untuk Pulang, Jalan untuk Bangkit
Ketika Jalan Kembali Terang
Dari Lumpur dan Arus Deras, Armia Pahmi Menata Kembali Aceh Tamiang
Aceh dan Janji yang Belum Tuntas
Menjemput Hak Warga di Jakarta

Berita Terkait

Jumat, 21 Agustus 2026 - 10:29 WIB

Dari Bantuan Darurat ke Ekonomi Mandiri

Senin, 10 Agustus 2026 - 18:43 WIB

Air yang Datang, Sawah yang Kembali Berharap

Senin, 10 Agustus 2026 - 11:15 WIB

Lilawangsa Run 2026: Berlari Merawat Asa, Memulihkan Luka Pascabencana

Senin, 10 Agustus 2026 - 10:31 WIB

Jembatan untuk Pulang, Jalan untuk Bangkit

Minggu, 9 Agustus 2026 - 14:38 WIB

Ketika Jalan Kembali Terang

Berita Terbaru

Presiden Prabowo Subianto bersama Gubernur Jawa Barat
Dedi Mulyadi.

POLITIK

Percakapan di X Terkait Pilpres 2029

Senin, 24 Agu 2026 - 13:42 WIB

OLAHRAGA

KSMI Siapkan Liga Santri dan Piala Asia

Minggu, 23 Agu 2026 - 18:26 WIB

Mahasiswa KKN Kelompok 24 Unimal melakukan penanaman tanaman.

PENDIDIKAN

KKN Kelompok 24 Ubah Lahan Kosong Jadi Lahan Produktif

Minggu, 23 Agu 2026 - 17:25 WIB