MEDIA ACEH

PAD Retribusi Sampah Kota Lhokseumawe Sangat Minim

Dinas DLHK Kota Lhomseumawe; PAD Retribusi Sampah Kota Lhokseumawe Sangat Minim. [Foto Sugito Tassan | mediaaceh.co.id].

“Sampah organik yang berasal dari sebagian limbah rumah tangga bisa diproduksi menjadi pupuk kompos dan bermanfaat untuk petani, sedangkan sampah anorganik seperti plastik bisa dimanfaatkan untuk kerajinan rumah tangga, sehingga sampah yang selama ini dianggap menjijikan dan kotor ternyata jika dikelola bisa menghasilkan uang dan mampu menyerap tenaga kerja,” ungkapnya.

LHOKSEUMAWE | mediaaceh.co.id – Pemerintah Kota Lhokseumawe terus menggenjot peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari berbagai sektor salah satunya bersumber dari retribusi sampah.

BACA JUGA...  RDP Komisi D dengan Dinas P dan K Lhokseumawe Hasilkan 14 Kesepakatan

Pada kenyataannya warga masyarakat Kota Lhokseumawe masih enggan membayar retribusi, kendati Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Lhokseumawe telah membuka retribusi pungutan sampah secara online dengan aplikasi M-Broeh.

Namun aplikasi M-Broeh ternyata tidak mendapat respon dari masyarakat Kota Lhokseumawe, sejauh ini belum diketahui kenapa warga masyarakat enggan membayar retribusi lewat aplikasi M-Broeh, atau memang sosialisasi yang masih kurang terhadap masyarakat, alhasil PAD dari retribusi sampah masih sangat minim.

BACA JUGA...  Sembilan Prolek 2024 Diparipurnakan, DPRK: Sudah Dikaji Bersama

Hal tersebut terungkap saat pertemuan Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi B DPRK Lhokseumawe dengan mitra kerja Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Lhokseumawe diruang rapat gabungan komisi DPRK Lhokseumawe belum lama ini.