Negara Kehilangan Etika dalam Penanggulangan Banjir Aceh

Minggu, 28 Desember 2025

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Samsul Bahri, M.Si., pemerhati kebijakan publik.foto : Ist.

Samsul Bahri, M.Si., pemerhati kebijakan publik.foto : Ist.

BANDA ACEH | MA Banjir yang kembali merendam Aceh bukan sekadar peristiwa alam. Ia adalah cermin buram kegagalan negara menjaga akal sehat, etika, dan tanggung jawabnya. Air datang berulang, korban terus berjatuhan, tetapi negara tetap bertahan pada satu sikap: lamban, defensif, dan abai.

Berbulan setelah banjir, sebagian wilayah terdampak masih hidup dalam kondisi darurat. Jalan rusak, jembatan terputus, logistik terbatas. Negara hadir sebatas seremoni, kunjungan singkat pejabat, rapat koordinasi, dan siaran pers bernada optimistis. Di lapangan, warga bertahan dengan dapur umum swadaya dan bantuan komunitas. Jurang antara laporan resmi dan realitas semakin lebar.

BACA JUGA...  Hutan Dirampas, Rakyat Ditenggelamkan: Perluasan Hutan Lindung Harga Mati

Masalahnya bukan semata teknis penanganan. Negara gagal membaca akar bencana. Risiko banjir di Aceh bukan rahasia. Data kerusakan hutan, alih fungsi lahan, tambang, dan pembalakan liar tersedia bertahun-tahun. Namun peringatan diabaikan. Ketika bencana datang, negara bertindak seolah-olah ini musibah tak terduga. Ini bukan kelalaian administratif, melainkan kegagalan kebijakan.

Samsul Bahri, M.Si., pemerhati kebijakan publik, menyebut situasi ini sebagai kekerasan struktural. Negara tahu sebabnya, tetapi memilih membiarkannya.

BACA JUGA...  Kata Penjabat Bupati Meurah, Lapas Kelas IIB Kualasimpang Over Kapasitas

Berita Terkait

Satu Data, Sasaran Nyata
Teuku Adian Makmur Dilantik 
Pemkab Aceh Barat Terima penghargaan dari Kemenkum RI
Live TikTok Jadi Kanal Aduan, Ayah Wa Respons Cepat Keluhan Warga 
Kelola Dana Pensiun, Bank Aceh dan TASPEN Kerja Sama 
Misteri Mandeknya Pidana Lingkungan
Ayah Wa: Insyaallah 52 Ribu Jiwa Jadup Pekan Ini Cair
Jumhur Sayangkan Negara Besar Mundur dari Tanggung Jawab Lingkungan

Berita Terkait

Kamis, 20 Agustus 2026 - 20:04 WIB

Satu Data, Sasaran Nyata

Kamis, 20 Agustus 2026 - 15:41 WIB

Teuku Adian Makmur Dilantik 

Kamis, 20 Agustus 2026 - 14:51 WIB

Pemkab Aceh Barat Terima penghargaan dari Kemenkum RI

Rabu, 19 Agustus 2026 - 21:36 WIB

Live TikTok Jadi Kanal Aduan, Ayah Wa Respons Cepat Keluhan Warga 

Rabu, 19 Agustus 2026 - 21:26 WIB

Kelola Dana Pensiun, Bank Aceh dan TASPEN Kerja Sama 

Berita Terbaru

EKBIS

Zurich Perkuat Layanan, Resmikan Kantor Baru di Batam

Jumat, 21 Agu 2026 - 17:56 WIB

NEWS FEATURE

Kelas Berdaya, Mengenalkan Mitigasi Bencana Kepada Siswa SLBN

Jumat, 21 Agu 2026 - 11:40 WIB

FEATURE

Dari Bantuan Darurat ke Ekonomi Mandiri

Jumat, 21 Agu 2026 - 10:29 WIB

Sekdakab Asel Diva Samudra Putra berbincang dengan Asisten dan pemateri Rakor di Aula Dinas Pariwisata Jalan T. Ben Mahmud Tapaktuan, Kamis, (20/8/2026).(Foto/mediaaceh.co.id/Maslow Kluet).

PEMERINTAHAN

Satu Data, Sasaran Nyata

Kamis, 20 Agu 2026 - 20:04 WIB