Negara Kehilangan Etika dalam Penanggulangan Banjir Aceh

Minggu, 28 Desember 2025

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Samsul Bahri, M.Si., pemerhati kebijakan publik.foto : Ist.

Samsul Bahri, M.Si., pemerhati kebijakan publik.foto : Ist.

“Ketika negara membiarkan perusakan lingkungan dan baru muncul saat bencana, itu bukan ketidaksengajaan. Itu keputusan politik,” ujarnya.

Lebih problematis, negara tampak alergi terhadap kritik. Suara jurnalis, aktivis, dan relawan dipersempit melalui intimidasi halus dan pelabelan. Di ruang digital, narasi keberhasilan digencarkan. Foto bantuan, grafik capaian, dan klaim respons cepat diproduksi massif. Pada saat yang sama, kesaksian korban tenggelam di antara propaganda. Negara lebih sibuk mengelola citra ketimbang menyelamatkan nyawa.

BACA JUGA...  Pasar di Aceh Selatan Sepi, Ini Penyebabnya 

Banjir juga membuka praktik lama yang tak pernah tuntas: impunitas perusak hutan. Kayu gelondongan yang hanyut bersama banjir justru diangkut kembali tanpa proses hukum yang jelas. Tidak ada penelusuran asal-usul, tidak ada penindakan tegas. Negara kalah, atau memilih kalah, dari jaringan ekonomi ilegal yang selama ini hidup dari pembiaran.

Dalam konteks ini, negara tidak bisa lagi berlindung di balik dalih keterbatasan anggaran atau medan sulit. Negara hadir penuh saat menarik pajak, memberi izin tambang, dan membuka konsesi. Namun menghilang ketika harus bertanggung jawab atas dampaknya. Ketimpangan ini menunjukkan satu hal: keberpihakan kebijakan tidak berada pada korban.

BACA JUGA...  205 Pohon Ganja Ditemukan Di Hutan Manggrove

Berita Terkait

Secara Aklamasi, M. Yusuf M. Amin Pimpin PGRI PC TJA 
Rembuk Stunting, Desa Kumbang Siapkan Program Prioritas 2027
Catatan Pansus DPRK Aceh Tengah Tentang Bencana 
Puskesmas Apresiasi Penanganan ODGJ di Aceh Utara
Dua Gampong di Tanah Jambo Aye Terima Mobil Kopdes Merah Putih
Program KAS 2027 Menuai Kritik
Pemkab Aceh Barat Raih Rekor MURI di Malam Penutupan HUT 438
Musriadi Aswad: Pentingnya Sekolah Bebas Bullying 

Berita Terkait

Rabu, 14 Oktober 2026 - 12:32 WIB

Secara Aklamasi, M. Yusuf M. Amin Pimpin PGRI PC TJA 

Selasa, 13 Oktober 2026 - 22:27 WIB

Rembuk Stunting, Desa Kumbang Siapkan Program Prioritas 2027

Selasa, 13 Oktober 2026 - 13:52 WIB

Catatan Pansus DPRK Aceh Tengah Tentang Bencana 

Selasa, 13 Oktober 2026 - 12:21 WIB

Dua Gampong di Tanah Jambo Aye Terima Mobil Kopdes Merah Putih

Selasa, 13 Oktober 2026 - 07:51 WIB

Program KAS 2027 Menuai Kritik

Berita Terbaru

Kegiatan DPC Partai Demokrat Aceh Tengah dalam rangka Setetes Darah Untuk Sejuta Harapan bekerja sama dengan RSU Datu Beru Takengon

POLITIK

Demokrat Aceh Tengah Gelar Donor Darah 

Rabu, 14 Okt 2026 - 13:48 WIB

Serah terima pengurus PGRI PC TJA lama dengan baru yang disaksikan oleh Wakil Ketua I dan II PD PGRI Kabupaten Aceh Utara di aula K3S TJA, Rabu, (14/10).

PEMERINTAHAN

Secara Aklamasi, M. Yusuf M. Amin Pimpin PGRI PC TJA 

Rabu, 14 Okt 2026 - 12:32 WIB

TNI bersama warga Ase sedang melakukan pekerjaan pembangunan jembatan beton.(Foto/mediaaceh.co.id/istimewa).

MILITER

TNI Bangun Jembatan Beton di Aceh Selatan 

Selasa, 13 Okt 2026 - 22:36 WIB

KESEHATAN

Rembuk Stunting, Desa Kumbang Siapkan Program Prioritas 2027

Selasa, 13 Okt 2026 - 22:27 WIB

Pansus DPRK Aceh Tengah.

PEMERINTAHAN

Catatan Pansus DPRK Aceh Tengah Tentang Bencana 

Selasa, 13 Okt 2026 - 13:52 WIB