Mendikbud Ajak Masyarakat Aceh Lestarikan Adat Budaya

Senin, 6 Agustus 2018

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

BANDA ACEH – Menteri Pendidikan Kebudayaan (Mendikbud), Muhadjir Effendy membuka Pekan Kebudayaan Aceh (PKA) VII, di Stadion Harapan Bangsa, Banda Aceh, Minggu (05/08/2018). Dalam sambutannya, Mendikbud mengajak masyarakat Aceh melestarikan adat budaya karena merupakan jati diri bangsa.

“Aceh memiliki adat dan budaya yang beragam, keberagaman tersebut harus tetap terjaga dan bisa diwariskan kepada generasi mendatang,” kata Muhadjir.

BACA JUGA...  KETIKA BENCANA TERANCAM DIJADIKAN PANGGUNG

Menurutnya, PKA merupakan momentum melestarikan adat dan kebudayaan, karena itu, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan mengapresiasi terselenggaranya PKA 2018. Dikatakannya, pemerintah pusat memberikan perhatian serius dalam menjaga adat dan budaya.

“Karena itu, Pemerintah pusat akan mengucurkan anggaran kegiatan kebudayaan mulai tahun anggaran 2019, seperti untuk kegiatan PKA,” ungkapnya

Pada kesempatan yang dihadiri ribuan pengunjung, terdiri dari pejabat pemerintah provinsi, kabupaten/kota, tokoh masyarakat, serta undangan lainnya, Mendikbud menyampaikan permintaan maaf Presiden RI, Joko Widodo yang sebelumnya diundang untuk membuka PKA VII, ternyata berhalangan hadir ke Provinsi Aceh.

BACA JUGA...  Pemkab Atim Akan Timbun 5.000 M Pesisir Pantai

Seremoni pembukaan diawali penabuhan rapai oleh Mendikbud Muhadjie Effendy, dilanjutkan defile kontingen 23 kabupaten/kota serta penyerahan piala bergilir oleh Bupati Aceh Besar Mawardi Ali selaku juara umum PKA ke- 6 pada 2013 kepada Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Aceh, Nova Iriansyah.

Pembukaan PKA tersebut, dirangkai dengan beberapa tarian Aceh yang dimainkan secara kolosal oleh lebih seribu penari. [r]

BACA JUGA...  Duta Besar Kanada Jess Dutton Temui Wali Nanggroe Aceh 

Berita Terkait

23 Warisan Budaya Aceh di Tingkat Nasional, Kekayaan yang Tak Boleh Hilang
Seudati: Seni Gerak, Syair, dan Kekompakan yang Tak Lekang Zaman
Seni di Balik Kupiah Meukeutop, dari Busana Adat hingga Simbol Aceh
Pinto Aceh: Sebuah Motif, Sebuah Karya, Sebuah Identitas
Rencong: Ketika Sebilah Senjata Menjadi Karya Seni dan Identitas Aceh
Si Dalupa, Teater Bertopeng Aceh Barat yang Tetap Hidup di Tengah Zaman
Menjaga Gegedem Tetap Bertalu, Merawat Ingatan Budaya Tanah Gayo
Rapai Geurimpheng, Seni Tradisi Aceh yang Menyatukan Bunyi, Gerak dan Syair

Berita Terkait

Minggu, 30 Agustus 2026 - 22:17 WIB

23 Warisan Budaya Aceh di Tingkat Nasional, Kekayaan yang Tak Boleh Hilang

Minggu, 30 Agustus 2026 - 16:06 WIB

Seudati: Seni Gerak, Syair, dan Kekompakan yang Tak Lekang Zaman

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 23:01 WIB

Seni di Balik Kupiah Meukeutop, dari Busana Adat hingga Simbol Aceh

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 14:57 WIB

Pinto Aceh: Sebuah Motif, Sebuah Karya, Sebuah Identitas

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 00:53 WIB

Rencong: Ketika Sebilah Senjata Menjadi Karya Seni dan Identitas Aceh

Berita Terbaru

HUKOM

Kajari Panggil Dua Pejabat Disdikbud Aceh Tengah 

Sabtu, 24 Okt 2026 - 22:13 WIB

NEWS FEATURE

ORARI Aceh Tamiang Perluas Pos Pantau Bencana

Sabtu, 24 Okt 2026 - 18:16 WIB