Lukup Badak, Arung Jeram Kelas Nasional di Gayo: Menantang Adrenalin di Aliran Sungai Pesangan

Minggu, 26 April 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Setiap jeram yang dilalui menghadirkan sensasi tersendiri. Percikan air yang menyegarkan, suara arus yang menggema, dan udara pegunungan yang sejuk menciptakan pengalaman yang membebaskan sekaligus mengikat kebersamaan. Tak heran jika Lukup Badak menjadi pilihan favorit untuk wisata kelompok, baik bersama teman, komunitas, maupun keluarga.

Lebih dari sekadar destinasi wisata, Lukup Badak juga memberikan dampak positif bagi masyarakat sekitar. Kehadiran aktivitas arung jeram membuka peluang ekonomi baru, mulai dari pemandu profesional hingga penyedia jasa pendukung lainnya. Di saat yang sama, kesadaran akan pentingnya menjaga kelestarian alam terus diperkuat.

BACA JUGA...  Jelang PON XXI, Disbudpar Aceh Sertifikasi Hotel Berbintang dan Homestay

Duta Wisata Aceh Tengah, Win Marza H. Munthe, menilai Lukup Badak sebagai aset strategis pariwisata daerah. “Ini bukan hanya soal petualangan, tetapi bagaimana kita menikmati alam dengan cara yang bertanggung jawab. Lukup Badak memiliki potensi besar untuk terus berkembang,” ujarnya.

Dengan segala keunggulannya, Lukup Badak menghadirkan pengalaman wisata yang utuh. Di sini, arus sungai bukan sekadar tantangan, melainkan perjalanan yang menyatukan keberanian, keindahan, dan kebersamaan—sebuah sisi lain dari Aceh yang layak untuk dijelajahi. Adv

BACA JUGA...  Wapres Pemuda OKI :  Kutuk Bom Bunuh diri Makassar

Berita Terkait

23 Warisan Budaya Aceh di Tingkat Nasional, Kekayaan yang Tak Boleh Hilang
Seudati: Seni Gerak, Syair, dan Kekompakan yang Tak Lekang Zaman
Seni di Balik Kupiah Meukeutop, dari Busana Adat hingga Simbol Aceh
Pinto Aceh: Sebuah Motif, Sebuah Karya, Sebuah Identitas
Rencong: Ketika Sebilah Senjata Menjadi Karya Seni dan Identitas Aceh
Si Dalupa, Teater Bertopeng Aceh Barat yang Tetap Hidup di Tengah Zaman
Menjaga Gegedem Tetap Bertalu, Merawat Ingatan Budaya Tanah Gayo
Rapai Geurimpheng, Seni Tradisi Aceh yang Menyatukan Bunyi, Gerak dan Syair

Berita Terkait

Minggu, 30 Agustus 2026 - 22:17 WIB

23 Warisan Budaya Aceh di Tingkat Nasional, Kekayaan yang Tak Boleh Hilang

Minggu, 30 Agustus 2026 - 16:06 WIB

Seudati: Seni Gerak, Syair, dan Kekompakan yang Tak Lekang Zaman

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 23:01 WIB

Seni di Balik Kupiah Meukeutop, dari Busana Adat hingga Simbol Aceh

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 14:57 WIB

Pinto Aceh: Sebuah Motif, Sebuah Karya, Sebuah Identitas

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 00:53 WIB

Rencong: Ketika Sebilah Senjata Menjadi Karya Seni dan Identitas Aceh

Berita Terbaru

Buaya kembali muncul di sungai perkampungan Kedai Padang Kluet Utara dan Pasie Merapat Kluet Selatan, foto : mediaaceh.co.id

PEMERINTAHAN

Buaya Masih Berkeliaran, Bupati Terkesan Lepas Tangan

Selasa, 22 Sep 2026 - 07:42 WIB

Badan Jalan Kabupaten lintasan pegunungan Gunung Sekorong Kluet Timur Aceh Selatan tanpa fasilitas drainase dan rawan  longsor sehingga warga dihantui was-was.(Foto/mediaaceh.co.id/istimewa).

PERISTIWA

Longsor Menghantui Pengguna Jalan 

Senin, 21 Sep 2026 - 19:46 WIB

Ketua ODGJ Aceh Utara Barona Raja saat mendampingi penanganan ODGJ di Aceh Utara.

KESEHATAN

Barona: ODGJ Kita Tangani Berdasarkan Perintah Ayah Wa

Senin, 21 Sep 2026 - 15:10 WIB