Lukup Badak, Arung Jeram Kelas Nasional di Gayo: Menantang Adrenalin di Aliran Sungai Pesangan

Minggu, 26 April 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

ACEH TENGAH (MA) — Jika sebagian orang datang ke dataran tinggi Gayo untuk mencari ketenangan, Lukup Badak justru menawarkan sisi lain yang lebih menantang. Di sinilah adrenalin, panorama alam, dan pengalaman petualangan berpadu dalam satu lintasan arus yang memikat.

Berlokasi di Kecamatan Pegasing, Lukup Badak kini menjelma menjadi magnet baru wisata petualangan di Aceh Tengah. Popularitasnya kian menguat setelah meraih penghargaan sebagai Wisata Air Terbaik se-Indonesia dalam Anugerah Pesona Indonesia (API) Award 2026—sebuah pengakuan yang menempatkannya di peta destinasi rafting unggulan nasional.

BACA JUGA...  Sukseskan Sail Sabang 2017, Pengusaha Home Stay Diikutsertakan

 

Mengandalkan aliran Sungai Pesangan yang berhulu dari Danau Laut Tawar, Lukup Badak menawarkan karakter jeram yang variatif. Arusnya cukup menantang untuk memacu adrenalin, namun tetap ramah bagi pemula yang ingin mencoba sensasi arung jeram untuk pertama kali. Kombinasi ini membuatnya cocok bagi berbagai kalangan, dari wisatawan keluarga hingga pencinta olahraga ekstrem.

BACA JUGA...  Agam dan Inong Duta Wisata 2018 Pukau Pengunjung

Sepanjang pengarungan, pengalaman tak hanya berhenti pada derasnya arus sungai. Wisatawan akan dimanjakan dengan lanskap khas Gayo yang terbentang di kiri dan kanan: hamparan sawah hijau, kebun kopi yang luas, hingga pemandangan kuda yang merumput di tepian sungai. Panorama ini menghadirkan nuansa berbeda—petualangan yang tetap terasa hangat dan dekat dengan kehidupan lokal.

BACA JUGA...  DP3AKB Aceh Selatan Siap Sukseskan Lima Program Unggulan Pusat

Berita Terkait

23 Warisan Budaya Aceh di Tingkat Nasional, Kekayaan yang Tak Boleh Hilang
Seudati: Seni Gerak, Syair, dan Kekompakan yang Tak Lekang Zaman
Seni di Balik Kupiah Meukeutop, dari Busana Adat hingga Simbol Aceh
Pinto Aceh: Sebuah Motif, Sebuah Karya, Sebuah Identitas
Rencong: Ketika Sebilah Senjata Menjadi Karya Seni dan Identitas Aceh
Si Dalupa, Teater Bertopeng Aceh Barat yang Tetap Hidup di Tengah Zaman
Menjaga Gegedem Tetap Bertalu, Merawat Ingatan Budaya Tanah Gayo
Rapai Geurimpheng, Seni Tradisi Aceh yang Menyatukan Bunyi, Gerak dan Syair

Berita Terkait

Minggu, 30 Agustus 2026 - 22:17 WIB

23 Warisan Budaya Aceh di Tingkat Nasional, Kekayaan yang Tak Boleh Hilang

Minggu, 30 Agustus 2026 - 16:06 WIB

Seudati: Seni Gerak, Syair, dan Kekompakan yang Tak Lekang Zaman

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 23:01 WIB

Seni di Balik Kupiah Meukeutop, dari Busana Adat hingga Simbol Aceh

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 14:57 WIB

Pinto Aceh: Sebuah Motif, Sebuah Karya, Sebuah Identitas

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 00:53 WIB

Rencong: Ketika Sebilah Senjata Menjadi Karya Seni dan Identitas Aceh

Berita Terbaru

PERISTIWA

Kapolres Sabang Pimpin Pencarian WN Malaysia Hilang Menyelam

Senin, 14 Sep 2026 - 15:05 WIB

PEMERINTAHAN

Wagub Aceh Dek Fadh dan Ketua DPRA Bahas Perubahan UUPA

Senin, 14 Sep 2026 - 14:57 WIB

Penampakan seekor buaya sungai di tebing Krueng Kluet/Kandang yang sempat direkam warga, Minggu, (13/9/2026).(Poto/mediaaceh.co.id/istimewa).

PERISTIWA

Buaya Muncul, Warga Resah

Minggu, 13 Sep 2026 - 20:43 WIB

Bupati Aceh Barat Tarmizi saat membesuk orang dalam gangguan jiwa di daerahnya.

PEMERINTAHAN

Tarmizi: Tidak ada Satu Pun Masyarakat di Pasung 

Minggu, 13 Sep 2026 - 16:10 WIB