“Leumang” Aceh, Masakan Tradisi  yang Tersaji di Momen Istimewa

Selasa, 25 Maret 2025

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

LSeorang perempuan paruh baya sedang merapikan susunan "leumang" saat di perapian.(poto/mediaaceh.co.id/Maslow Kluet).

LSeorang perempuan paruh baya sedang merapikan susunan "leumang" saat di perapian.(poto/mediaaceh.co.id/Maslow Kluet).

TAPAKTUAN | MA — Pada momen tertentu, seperti saat kenduri sawah, “Mak Meugang” dan Idul Fitri, makanan tradisional ini hadir sebagai   hidangan khas  bagi masyarakat Aceh.

Khususnya, di pedalaman Aceh, menu ini masih menjadi hidangan istimewa.

Adalah “leumang” nama masakan itu,  yang sangat istimewa bagi masyarakat Aceh.

Dia terbuat dari beras ketan, santan, dan garam yang dimasak dengan media balutan daun pisang muda dalam ruas  batang  bambu muda selama beberapa jam di tungku (biasanya berjejer di atas bentangan) kayu atau besi.

BACA JUGA...  Raih Penghargaan Tingkat Nasional, Bank Aceh Terus Berkolaborasi dan Dipuji Bobby

Menjelang hari raya Idul Fitri ini pun, sebagai momen memasak “leumang”. Kendati mulai tergerus oleh zaman dan minimnya dijumpai pokok bambu, bagi sebagian masyarakat Aceh Selatan misalnya Suku Kluet, masakan ini masih menghiasi hidangan “kue/juadah” lebaran.

Pada kalangan Suku Kluet, masakan itu disebut “riris” dan kalau memasak dikatakan dalam bahasa Kluet “ngeriris”.

BACA JUGA...  TRC Pos Damkar PB 05 Bakongan Patroli Karhutla

Hasil masakan itu, menjadi panganan  primadona di berbagai acara adat dan perayaan keagamaan.

Tetapi, karena batang bambu sulit didapatkan, maka sebagian masyarakat terpaksa tidak “ngeriris”. Hilangnya tumbuhan bambu menjadi riwayat tersendiri, akibat dirambahnya “pulau” bambu untuk kebun kelapa sawit.

Berita Terkait

Bank Aceh dan BI Provinsi Aceh Luncurkan Soundbox QRIS Dinamis
Pangdam IM Dorong Pemberdayaan Ekonomi Desa
Haili Yoga Minta SCOPI Turun ke Aceh Tengah
Jelang 4 Desember, Tarmizi Age Ajak Aparat Rangkul Masyarakat
Proyek Pujasera Sabang Senilai Rp 1,3 Miliar Jadi Sorotan
Tempat Tambatan KM Dangkal, Mahmud:  Sawang Dianaktirikan 
Dukung UMKM, Bank Aceh Terima Apresiasi ILO
Bank Aceh Tumbuh Positif, DPK Capai Rp27,58 Triliun

Berita Terkait

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 21:20 WIB

Bank Aceh dan BI Provinsi Aceh Luncurkan Soundbox QRIS Dinamis

Jumat, 23 Oktober 2026 - 08:08 WIB

Pangdam IM Dorong Pemberdayaan Ekonomi Desa

Selasa, 20 Oktober 2026 - 20:57 WIB

Haili Yoga Minta SCOPI Turun ke Aceh Tengah

Minggu, 18 Oktober 2026 - 20:50 WIB

Jelang 4 Desember, Tarmizi Age Ajak Aparat Rangkul Masyarakat

Minggu, 18 Oktober 2026 - 20:44 WIB

Proyek Pujasera Sabang Senilai Rp 1,3 Miliar Jadi Sorotan

Berita Terbaru

PEMERINTAHAN

Mangan Murum di Quba, Wagub Aceh Serukan Kebersamaan

Senin, 26 Okt 2026 - 21:39 WIB

Para mahasiswa pelaksana  poto bersama dengan sebagian siswa SMA Negeri 4 Banda Aceh yang menjadi peserta workshop.(Poto/mediaaceh.co.id/istimewa).

PENDIDIKAN

Workshop Desain Grafis, Buka Peluang Freelance bagi Pelajar

Senin, 26 Okt 2026 - 21:25 WIB