TAPAKTUAN | MA — Harapan petani di Kecamatan Kluet Utara, Aceh Selatan, untuk kembali memperoleh pasokan air irigasi pupus. Baru beberapa hari setelah dilakukan pengerukan darurat, pintu intake Irigasi Gunung Pudung kembali tertimbun sedimen lumpur sehingga aliran air ke ribuan hektare sawah warga kembali terhenti.
Kondisi tersebut memicu keluhan dan kekecewaan para petani yang menilai penanganan darurat yang sebelumnya dilakukan Pemerintah Kabupaten Aceh Selatan belum memberikan hasil yang diharapkan.
“Apa yang bisa kami perbuat, air tidak bisa mengalir karena intake kembali tertimbun sedimen,” kata Kariaman, mewakili petani setempat, kepada media ini, Senin (8/6/2026).
Menurut Kariaman, upaya penanganan yang dilakukan pemerintah daerah melalui program yang disebut sebagai “gerak cepat Bupati HMW” dinilai belum menyentuh akar persoalan. Ia bahkan menilai pekerjaan tersebut terkesan hanya untuk meredam sorotan publik terhadap persoalan irigasi yang sempat menjadi perhatian masyarakat.
“Penanganannya tidak maksimal. Kondisi irigasi sudah sangat parah, sementara sedimen yang harus dikeruk mencapai sekitar 250 meter persegi. Pekerjaan yang dilakukan hanya tiga hari dengan alat berat berukuran kecil sehingga hasilnya tidak bertahan lama,” ujarnya.




