“Sesuai target, Saya minta; lebaran nanti tidak boleh ada lagi warga yang masih tinggal di tenda darurat, penegasan saya pada pemerintah pusat, segala sesuatunya kan datang dari hulu ke hilir dengan mengikuti aturan.”
[Irjen Pol (P) Drs. Armia Pahmi, M.H.].
- Bupati Aceh Tamiang mendesak percepatan pembangunan huntara dan huntap, sementara BNPB menegaskan bantuan harus tepat sasaran dan bebas intervensi.
DERETAN KURSI RAPAT
ANGIN SORE berembus pelan di Posko Bencana, Kantor Bupati Aceh Tamiang.
Di tengah deretan kursi rapat dan layar konferensi video yang menampilkan pejabat pusat, Bupati Aceh Tamiang, Irjen Pol (P) Drs. Armia Pahmi, M.H., membuka pertemuan dengan satu kalimat yang tegas [tak boleh ada warga yang masih tinggal di tenda darurat saat Lebaran tiba]. Awal pekan lalu itu membuka catatan.
Pernyataan itu bukan sekadar retorika. Di baliknya, ada ribuan kepala keluarga yang masih menunggu kepastian hunian dan bantuan pascabencana ekologis dan hidrometeorologi yang melanda wilayah tersebut.
MENJAGA BANTUAN TETAP TEPAT SASARAN
DALAM RAPAT koordinasi yang turut dihadiri Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Letjen TNI Suharyanto, serta Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, penekanan utama datang dari pemerintah pusat [bantuan tak boleh melenceng dari sasaran].




