“Kita kan masyarakat biasa pak, telat dua atau tiga hari kan biasa. Ini tanpa ba…bi…bu langsung main potong saja. Seharusnya kan kasih peringatan upaya untuk tidak telat membayar rekening langganan air bersih, di samping sosialisasi juga arahan,” sebut Fajar.
BANDA ACEH | mediaaceh.co.id – Gejolak pelayanan Perusahaan Umum Daerah Air Minum (Perumdam) Tirta Daroy Kota Banda Aceh, terhadap pelanggan air bersih yang dirasa jelek. Jadi pemicu kritik serta tanggapan miring pada perusahaan air pelat merah itu.
Tampak disalah satu laman beranda Facebook (FB) dengan akun Etty Rismanita tertulis [Ka lebeh 2 bulen ie PDAM (Perumdam) di Banda Aceh nyoe hana jeulah.. Ka bolak balek ta lapor hana perubahan.. Giliran hana ta bayee, han dipreh meusiminet katroek u rumoeh????].
Maksud dari ungkapan bahasa itu yakni; sudah lebih dua bulan, air Perumdam Tirta Daroy Banda Aceh ini tidak jelas. Sudah bolak balik dilapor tidak ada perubahan. Giliran tidak bayar, tidak ada tenggang waktu walau satu menit, sudah sampai ke rumah [Petugas PDAM] Memotong meteran pelanggan.
Begitu kritik akun atas nama Etty Rismanita di laman FB kepada publik. Ungkapan itu penuh dengan ‘bau’ kekesalan terhadap pelayanan yang tidak baik dari pihak manajemen Perumdam Tirta Daroy Kota Banda Aceh.




