“Kita minta copot Menteri P2MI (Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia_red), nggak ada kerjanya dan Wamen. Wakil menteri dan menteri tidak ada kerjanya. Habis ini kita akan aksi ke mereka,” ungkap Said Iqbal.
Masih kata dia, ini kejadian yang sudah kesekian kalinya, bukan yang pertama kali. Saya sudah mencatat kesekian kali pekerja migran kita dibunuh. Kalau sekali lagi ini dibilang ilegal, harusnya di deportasi, dipulangkan atau dilakukan pendekatan hukum.
“Toh jutaan buruh ilegal di Malaysia. Kalau begitu, tembak aja semua buruh-buruh ilegal itu. Ini pasti ada persoalan seriu, unlawfull killing. Tanpa pengadilan, orang ditembak, dibunuh. Menteri nggak becus, copot itu menteri,” tukas Presiden Partai Buruh, Said Iqbal.
Dikatakannya, kami meminta agar pemerintah Indonesia bukan hanya mengirimkan nota diplomatik tapi minta pertanggungjawaban daripada pemerintah Malaysia. Kalau perlu, pulangkan Tenaga Kerja Indonesia.
“Kalau tidak ada tenaga kerja dari Indonesia, saya tahu kok sebagai ILO Government Indonesia, lumpuh itu ekonomi Malaysia. Mereka butuh kita kok, pekerja migran, kenapa ditembak, kenapa dibunuh? Ini adalah waktu yang tepat setelah Bapak Presiden Prabowo bertemu dengan Anwar Ibrahim (PM Malaysia) dan Sultan Agung Malaysia, ini adalah waktu yang tepat untuk membenahi semua aturan yang terkait dengan hukum migran,” bebernya.
Halaman : 1 2 3 4 Selanjutnya














