“Anda boleh catat, polisi Malaysia membunuh pekerja migran, bukan mengamankan pekerja ilegal. Pembunuhan harus dipenjara, diadili sesuai hukum di Malaysia. Saya yakin Perdana Menteri Anwar Ibrahim mau mendengar apa yang disampaikan oleh Partai Buruh yang konsen dengan buruh migran, ada jutaan buruh migran di Malaysia. Saya yakin Presiden Prabowo juga akan konsen, apa yang terjadi dengan persoalan buruh migran,” tambahnya.
Masih lanjut Said Iqbal, kami demo setiap hari di depan Kedutaan Malaysia sampai polisi itu dipenjara. Saya minta bantuan kawan-kawan karena hampir 5 juta buruh migran di Malaysia mereka tidak dilindungi.
“Mereka sengaja dibiarkan ilegal, mereka menjelang pemilu menjadi legal, suaranya untuk partai tertentu. Itu, begitu di Malaysia. Mereka dibayar upah murah, dengan upah murah, ekonomi Malaysia punya daya saing. Kelapa sawitnya bisa lebih murah dari Indonesia karena upahnya lebih murah. Kenapa harus dibunuh, kenapa harus ditembak. Mereka nikmati kok!” pungkasnya.(R)














