“Kota Subulussalam dikenal sebagai tanah kelahiran penyair agung Syekh Hamzah Fansuri yang mengajarkan kesucian batin dan kelestarian semesta. Tapi hari ini, sungainya menjadi saksi kerakusan oleh keserakahan manusia yang tak bertanggung jawab. Ini bukan sekadar pencemaran, ini pengkhianatan terhadap nilai-nilai suci,” ujarnya.
SUBULUSSALAM | mediaaceh.co.id — Sungai Muara Batu-Batu, dulu mengalirkan kehidupan ekonomi bagi masyarakat Subulussalam, kini berubah menjadi saksi bisu kejahatan ekologis akibat tercemar limbah kimia pabrik Kelapa Sawit.
Berdampak pada jutaan ikan mati mengambang karena pencemaran limbah kimia. Ini bukan lagi pemandangan langka di sepanjang aliran sungai itu, acap menjadi momok bagi kehidupan masyarakat di sana.
Limbah yang mencemari sungai diduga berasal dari salah satu perusahaan sawit yang beroperasi di wilayah itu.
Demikian sebut Tio Pratama mengabarkan. Mahasiswa Universitas Syiah Kuala (USK) yang kini menjabat sebagai Sekretaris Jenderal BEM USK pada mediaaceh.co.id. Jumat, 20 Juni 2025 dari Subulussalam.
Disebut bahwa; pencemaran tersebut bukan sekadar insiden biasa, melainkan bentuk pengkhianatan terhadap nilai-nilai sakral yang selama ini dijunjung tinggi oleh masyarakat Subulussalam.




