Gua Sarang Sabang, Pesona Geowisata Eksotis dengan Panorama Laut Biru dan Tebing Karst yang Memukau

Jumat, 5 Juni 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Selain menawarkan panorama alam yang menakjubkan, biaya untuk menikmati wisata Gua Sarang juga relatif terjangkau. Tiket masuk kawasan wisata hanya sekitar Rp5 ribu per orang, sementara biaya sewa speedboat berkisar Rp200 ribu yang dapat digunakan bersama rombongan sesuai kapasitas perahu.

Agam Provinsi Aceh 2023, Vima Syaddad Alfathan, menilai Gua Sarang merupakan salah satu destinasi yang menunjukkan betapa kayanya warisan alam Aceh yang masih belum banyak diketahui wisatawan.

BACA JUGA...  UAS Hari Kedua SDN Jamboe Reuhat dikepung Banjir

“Gua Sarang menarik bukan hanya karena keindahan visualnya, tetapi juga karena cerita geologi yang ada di baliknya. Ketika kita mengetahui bahwa formasi batuan ini terbentuk melalui proses alam selama ribuan tahun, pengalaman berkunjung menjadi lebih bermakna. Kita tidak hanya menikmati pemandangan, tetapi juga belajar menghargai perjalanan panjang alam dalam membentuk keindahan tersebut,” ujarnya.

BACA JUGA...  Langgar Kode Etik Dua Anggota Polres Aceh Timur Dipecat

Menurut Vima, pengembangan wisata berbasis geologi seperti Gua Sarang juga menjadi peluang penting untuk memperkenalkan konsep geowisata kepada masyarakat sekaligus meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga kelestarian lingkungan.

Dengan kombinasi tebing karst yang eksotis, laut biru yang jernih, serta suasana alami yang masih terjaga, Gua Sarang menjadi destinasi yang layak masuk dalam daftar kunjungan wisatawan saat berada di Sabang.

BACA JUGA...  Replika Pesawat Seulawah RI-1 di Blang Padang: Simbol Kejayaan Aceh dan Indonesia

Berita Terkait

Lomba Tari Kreasi Nusantara Real Art 2026 Himpun 830 Penari dari 15 Provinsi
23 Warisan Budaya Aceh di Tingkat Nasional, Kekayaan yang Tak Boleh Hilang
Seudati: Seni Gerak, Syair, dan Kekompakan yang Tak Lekang Zaman
Seni di Balik Kupiah Meukeutop, dari Busana Adat hingga Simbol Aceh
Pinto Aceh: Sebuah Motif, Sebuah Karya, Sebuah Identitas
Rencong: Ketika Sebilah Senjata Menjadi Karya Seni dan Identitas Aceh
Si Dalupa, Teater Bertopeng Aceh Barat yang Tetap Hidup di Tengah Zaman
Menjaga Gegedem Tetap Bertalu, Merawat Ingatan Budaya Tanah Gayo

Berita Terkait

Kamis, 29 Oktober 2026 - 18:59 WIB

Lomba Tari Kreasi Nusantara Real Art 2026 Himpun 830 Penari dari 15 Provinsi

Minggu, 30 Agustus 2026 - 22:17 WIB

23 Warisan Budaya Aceh di Tingkat Nasional, Kekayaan yang Tak Boleh Hilang

Minggu, 30 Agustus 2026 - 16:06 WIB

Seudati: Seni Gerak, Syair, dan Kekompakan yang Tak Lekang Zaman

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 23:01 WIB

Seni di Balik Kupiah Meukeutop, dari Busana Adat hingga Simbol Aceh

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 14:57 WIB

Pinto Aceh: Sebuah Motif, Sebuah Karya, Sebuah Identitas

Berita Terbaru

RAGAM BERITA

Medco E&P dan BPMA Edukasi 33 Wartawan Aceh Timur

Jumat, 30 Okt 2026 - 21:30 WIB

Bupati Asel HMW (pakai rompi)  didampingi Sekdakab Diva Samudra Putra dan Dandim 0107/Asel Letkol (Inf) Andrino Lubis menjelaskan tentang penanganan banjir di Trumon, Jumat, (30/10/2026).(Foto/mediaaceh.co.id/istimewa).

PEMERINTAHAN

Bupati HMW Turun Langsung ke Lokasi Banjir Aceh Selatan

Jumat, 30 Okt 2026 - 21:24 WIB

Bupati Aceh Utara H. Ismail A Jalil, SE., MM saat melantik pejabat di lingkungan pemerintah kabupaten Aceh Utara, Jum'at, (30/10).

PEMERINTAHAN

Lantik 10 Pejabat, Ayah Wa Tegaskan Jabatan Bukan Hadiah

Jumat, 30 Okt 2026 - 21:02 WIB

Anggota DPRK Aceh Selatan Mistan Aulia (tengah) asal Kluet Timur memberikan support saat personil TNI mengerjakan pembangunan jembatan di daerah pedalaman Aceh Selatan.(Foto/mediaaceh.co.id/Maslow Kluet).

PEMERINTAHAN

Mistan Aulia Apresiasi TNI Bangun Jembatan

Jumat, 30 Okt 2026 - 20:45 WIB