Gua Sarang Sabang, Pesona Geowisata Eksotis dengan Panorama Laut Biru dan Tebing Karst yang Memukau

Jumat, 5 Juni 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Air laut berwarna biru toska yang masuk ke area gua berpadu dengan cahaya matahari yang menembus celah-celah batuan, menciptakan pantulan cahaya yang memukau. Pada kondisi cuaca cerah, pengunjung bahkan dapat menyaksikan bias cahaya yang membentuk gradasi warna menyerupai pelangi kecil di dalam gua.

Fenomena alam tersebut menjadi salah satu alasan mengapa Gua Sarang kerap dijuluki sebagai salah satu destinasi paling fotogenik di Sabang.

BACA JUGA...  Tarmizi Karim Janjikan Pupuk Gratis Untuk Petani

Untuk mencapai lokasi ini, wisatawan terlebih dahulu menuju kawasan wisata Iboih. Dari area dermaga, perjalanan dilanjutkan dengan menuruni puluhan anak tangga yang melewati vegetasi hijau di tebing pesisir.

Selanjutnya, pengunjung akan menaiki speedboat yang membawa mereka menyusuri perairan jernih di sekitar Iboih menuju lokasi gua. Selama perjalanan, wisatawan akan disuguhi panorama laut yang tenang, deretan tebing karang, serta pemandangan pesisir Pulau Weh yang masih alami.

BACA JUGA...  Sail Sabang Diagungkan Gudang Tua Dibiarkan

Perjalanan singkat tersebut menjadi bagian dari pengalaman wisata yang tidak kalah menarik dibandingkan destinasi utamanya.

Waktu terbaik untuk mengunjungi Gua Sarang adalah pada siang hari saat cuaca cerah. Pada waktu tersebut, sinar matahari masuk dengan optimal ke dalam rongga gua sehingga menghasilkan efek cahaya yang menjadi daya tarik utama kawasan ini.

BACA JUGA...  Sekda Aceh Siagakan Daerah Hadapi Cuaca Ekstrem

Berita Terkait

Lomba Tari Kreasi Nusantara Real Art 2026 Himpun 830 Penari dari 15 Provinsi
23 Warisan Budaya Aceh di Tingkat Nasional, Kekayaan yang Tak Boleh Hilang
Seudati: Seni Gerak, Syair, dan Kekompakan yang Tak Lekang Zaman
Seni di Balik Kupiah Meukeutop, dari Busana Adat hingga Simbol Aceh
Pinto Aceh: Sebuah Motif, Sebuah Karya, Sebuah Identitas
Rencong: Ketika Sebilah Senjata Menjadi Karya Seni dan Identitas Aceh
Si Dalupa, Teater Bertopeng Aceh Barat yang Tetap Hidup di Tengah Zaman
Menjaga Gegedem Tetap Bertalu, Merawat Ingatan Budaya Tanah Gayo

Berita Terkait

Kamis, 29 Oktober 2026 - 18:59 WIB

Lomba Tari Kreasi Nusantara Real Art 2026 Himpun 830 Penari dari 15 Provinsi

Minggu, 30 Agustus 2026 - 22:17 WIB

23 Warisan Budaya Aceh di Tingkat Nasional, Kekayaan yang Tak Boleh Hilang

Minggu, 30 Agustus 2026 - 16:06 WIB

Seudati: Seni Gerak, Syair, dan Kekompakan yang Tak Lekang Zaman

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 23:01 WIB

Seni di Balik Kupiah Meukeutop, dari Busana Adat hingga Simbol Aceh

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 14:57 WIB

Pinto Aceh: Sebuah Motif, Sebuah Karya, Sebuah Identitas

Berita Terbaru

RAGAM BERITA

Medco E&P dan BPMA Edukasi 33 Wartawan Aceh Timur

Jumat, 30 Okt 2026 - 21:30 WIB

Bupati Asel HMW (pakai rompi)  didampingi Sekdakab Diva Samudra Putra dan Dandim 0107/Asel Letkol (Inf) Andrino Lubis menjelaskan tentang penanganan banjir di Trumon, Jumat, (30/10/2026).(Foto/mediaaceh.co.id/istimewa).

PEMERINTAHAN

Bupati HMW Turun Langsung ke Lokasi Banjir Aceh Selatan

Jumat, 30 Okt 2026 - 21:24 WIB

Bupati Aceh Utara H. Ismail A Jalil, SE., MM saat melantik pejabat di lingkungan pemerintah kabupaten Aceh Utara, Jum'at, (30/10).

PEMERINTAHAN

Lantik 10 Pejabat, Ayah Wa Tegaskan Jabatan Bukan Hadiah

Jumat, 30 Okt 2026 - 21:02 WIB

Anggota DPRK Aceh Selatan Mistan Aulia (tengah) asal Kluet Timur memberikan support saat personil TNI mengerjakan pembangunan jembatan di daerah pedalaman Aceh Selatan.(Foto/mediaaceh.co.id/Maslow Kluet).

PEMERINTAHAN

Mistan Aulia Apresiasi TNI Bangun Jembatan

Jumat, 30 Okt 2026 - 20:45 WIB