TAPAKTUAN | MA — Dua kecamatan di Kluet Raya, Aceh Selatan dilaporkan, Kamis. (3/4), dilanda banjir yang dipicu oleh hujan lebat pada kawasan udik Aceh Selatan itu.
Kedua kecamatan itu, yakni Kluet Tengah dengan sedikitnya tujuh desa digenangi air setinggi 40-80 Cm dan dan Kluet Timur dengan tiga desa masing-masing Lawe Cimanok, Lawe Sawah dan Lawe Bulohdidi.
Menurut keterangan, fenomena banjir menjadi masalah tersendiri dan rutin terjadi 1-3 kali dalam setahun.
Kendati dipicu oleh hujan lebat, tetapi kedua kawasan udik dan daerah pegunungan itu, diperparah luapan banjir oleh dua penyebab yang berbeda.
Kalau di Menggamat, banjirnya diduga diperparah oleh eksploitasi pertambangan legal maupun tidak legal.
Sedangkan di Lawe Cimanok, Lawe Sawah dan Lawe Bulohdidi Kluet Timur diduga oleh pengrusakan hutan pegunungan secara serampangan untuk tanaman komoditas sawit.
Pantauan mediaaceh.co.id, sebelumnya, areal pegunungan di sekitar pemukiman itu sudah beralih menjadi areal perkebunan sawit warga lokal dan luar yang mempunyai modal.
Sebagaimana diakui oleh beberapa warga setempat, sejak hutan pegunungan dibabat dan bahkan dibuat staking di lereng gunung dengan kemiringan lebih dari 40 derajat untuk dijadikan areal kebun sawit, kawasan pemukiman itu rentan dilanda banjir besar.




