Dari Pesantren untuk Indonesia

“Jangan menjadi generasi yang mengedepankan primordialisme. Indonesia dibangun dalam keberagaman. Berbeda-beda, tetapi tetap satu.”

[Dede Nurjannata, S.Pd. eks Narapidana Terorisme Aceh Tamiang].

  • Hari Lahir Pancasila di Aceh Tamiang, Ketika Mantan Napiter Mengajak Santri Menjaga NKRI

PERINGATAN Hari Lahir Pancasila di Pondok Pesantren Islam Terpadu Al-Hidayah, Kecamatan Kejuruan Muda, Kabupaten Aceh Tamiang, menghadirkan pesan yang sarat makna.

Seorang mantan narapidana terorisme dipercaya menjadi pembina upacara dan menyerukan pentingnya menjaga persatuan bangsa, menolak radikalisme, serta memperkuat pemahaman bahwa nilai-nilai kebangsaan dan keagamaan dapat berjalan beriringan.

”Jangan menjadi generasi yang mengedepankan primordialisme. Indonesia dibangun dalam keberagaman. Berbeda-beda, tetapi tetap satu.” Dede Nurjanah

Sebuah Pesan Kebangsaan dari Lapangan Pesantren

BACA JUGA...  Kapolres Bener Meriah Hadiri Wisuda Akbar dan Peletakan Batu Pertama Masjid Pesantren Nurul Qari Al-Manduri

PAGI itu suasana Pondok Pesantren Islam Terpadu (PPIT) Al-Hidayah di Dusun Kenanga, Desa Sidodadi, Kecamatan Kejuruan Muda, tampak berbeda dari biasanya.

Puluhan santri berbaris rapi mengikuti Upacara Bendera memperingati Hari Lahir Pancasila, Senin, 1 Juni 2026. Di bawah kibaran Sang Merah Putih, para peserta upacara mengikuti setiap rangkaian kegiatan dengan khidmat.