Dari Pesantren untuk Indonesia

Selasa, 2 Juni 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Pernyataan tersebut disampaikan sebagai bagian dari upaya memperkuat pemahaman generasi muda bahwa identitas keagamaan dan identitas kebangsaan tidak perlu dipertentangkan.

Dalam konteks Indonesia yang majemuk, pemahaman semacam ini dinilai penting untuk memperkuat kohesi sosial sekaligus mencegah berkembangnya narasi yang mempertentangkan agama dengan negara.

MENOLAK PAHAM YANG MENGANCAM PERSATUAN

BACA JUGA...  SAAT JAC–STR MENEMBUS SUNYI PENGUNGSIAN SEKUMUR

PESAN utama lain yang disampaikan dalam amanat upacara adalah pentingnya menolak berbagai paham yang berpotensi mengancam persatuan bangsa.

Dede mengajak para santri agar memiliki daya kritis terhadap berbagai informasi yang berkembang, terutama di era media digital yang memungkinkan penyebaran ideologi dan propaganda secara cepat.

Menurutnya, generasi muda harus menjadi benteng yang mampu menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

BACA JUGA...  Sertu Prengki Purba Pantau Harga Sembako Dan Sosialisasikan Prokes

Ia mengingatkan bahwa radikalisme tidak selalu hadir dalam bentuk tindakan kekerasan, tetapi sering kali diawali oleh cara berpikir yang eksklusif, intoleran, dan menolak keberadaan kelompok lain.

Karena itu, pendidikan menjadi instrumen penting dalam membangun daya tahan masyarakat terhadap berbagai paham yang berpotensi memecah belah bangsa.

GENERASI BERMARTABAT DAN BERDAYA GUNA

BACA JUGA...  PRAJA TURUN TANGAN DI BUMI MUDA SEDIA

Berita Terkait

Somasi Bang Agam, Minta DPRK Buka Persoalan Kepala Sekolah
Tiga Hari Yang Menguji Diri
Hardikda Ke-67, Armia Dorong Penguatan Mutu Pendidikan
Dari Bantuan Darurat ke Ekonomi Mandiri
Air yang Datang, Sawah yang Kembali Berharap
Lilawangsa Run 2026: Berlari Merawat Asa, Memulihkan Luka Pascabencana
Jembatan untuk Pulang, Jalan untuk Bangkit
Ketika Jalan Kembali Terang

Berita Terkait

Jumat, 4 September 2026 - 09:45 WIB

Somasi Bang Agam, Minta DPRK Buka Persoalan Kepala Sekolah

Kamis, 3 September 2026 - 13:44 WIB

Tiga Hari Yang Menguji Diri

Kamis, 3 September 2026 - 10:34 WIB

Hardikda Ke-67, Armia Dorong Penguatan Mutu Pendidikan

Jumat, 21 Agustus 2026 - 10:29 WIB

Dari Bantuan Darurat ke Ekonomi Mandiri

Senin, 10 Agustus 2026 - 18:43 WIB

Air yang Datang, Sawah yang Kembali Berharap

Berita Terbaru

Bupati Aceh Utara H. Ismail A Jalil, SE., MM saat melantik Direktur Utama PT Bina Usaha dan jajaran Komisaris.

PEMERINTAHAN

Ayah Wa Tunjuk Zulfikar Sebagai Direktur Utama PT Bina Usaha

Selasa, 8 Sep 2026 - 09:52 WIB

PERISTIWA

SPS Aceh Berduka, CEO Kabar Aceh Dedi Rahman Berpulang

Selasa, 8 Sep 2026 - 07:38 WIB

Bupati Aceh Utara Ayah Wa saat membaca pesan dan pidato pada Milad Samudra Pasai dan Aceh Utara ke-800 tahun

PEMERINTAHAN

Ayah Wa Serukan Menjaga Amanah Indatu

Senin, 7 Sep 2026 - 20:31 WIB