Program Keluarga Berdaya dan Koperasi MBI dengan demikian tidak hanya ditempatkan sebagai kegiatan penyaluran bantuan. Program tersebut diarahkan sebagai instrumen pemberdayaan ekonomi dengan dukungan pendampingan dan kolaborasi lintas pihak.
Kolaborasi Pemerintah dan Lembaga Kemanusiaan
PELUNCURAN program di Kantor Bupati Aceh Tamiang turut dihadiri Chief Executive Officer (CEO) Yakesma Pusat Ramdlon Hidayat, Ketua Pengurus Yayasan Madani, perwakilan Koperasi MBI, pegiat kemanusiaan, Ketua Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU), Ketua Majelis Pendidikan Daerah (MPD), Ketua Majelis Adat Aceh (MAA), Kepala Kantor Kementerian Agama Aceh Tamiang, Kepala Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan, para penerima manfaat, serta undangan lainnya.
Kehadiran berbagai unsur tersebut menunjukkan bahwa pemulihan ekonomi pascabencana membutuhkan kerja bersama. Pemerintah daerah memiliki fungsi koordinasi dan kebijakan, sementara lembaga mitra dapat memberikan dukungan program, modal, serta pendampingan kepada masyarakat.
Bupati Armia menempatkan kolaborasi tersebut sebagai bagian dari upaya mempercepat pemulihan ekonomi masyarakat Aceh Tamiang.
Modal Usaha Penguatan Kelembagaan
PEMULIHAN pascabencana tidak memiliki ukuran hanya dari seberapa banyak bantuan yang disalurkan. Keberhasilannya juga ditentukan oleh kemampuan masyarakat kembali menjalankan kehidupan ekonomi secara mandiri.
Penulis : Syawaluddin
Editor : Syawaluddin Ksp
Sumber Berita: Bupati Aceh Tamiang
Halaman : 1 2 3 4 5 Selanjutnya















