Dari Aceh Tamiang ke Langkat; Kisah tentang Harapan yang Disatukan oleh CSR

Dari Aceh Tamiang ke Langkat; Kisah tentang Harapan yang Disatukan oleh CSR.

“Kunci keberhasilan kami hanyalah satu: komitmen bersama. CSR bukan program bantuan, tetapi bagian dari pembangunan berkelanjutan yang harus berpihak kepada masyarakat.”

[Ketua Forum CSR Aceh Tamiang, Sayed Zainal, SH].

ACEH Tamiang, 21 November 2025 – Di sebuah pagi yang cerah di Komplek SKB Perkantoran Bupati Aceh Tamiang, suasana tampak berbeda. Gerimis malam sebelumnya masih menyisakan bau tanah basah, namun tidak menyurutkan langkah para tamu dari Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, yang datang dengan penuh antusias.

BACA JUGA...  KAYU, RUMAH, DAN WAKTU

Mereka bukan sekadar menghadiri agenda reses, tetapi membawa sebuah misi; belajar tentang bagaimana Aceh Tamiang mengelola Forum Corporate Social Responsibility (CSR) hingga dianggap sebagai salah satu yang paling progresif di kawasan timur Aceh.

Dalam ruang pertemuan yang sederhana namun tertata rapi itu, Komisi III DPRD Kabupaten Langkat [dipimpin oleh Drs. Pimanta Ginting] disambut hangat oleh Ketua Forum CSR Aceh Tamiang, Sayed Zainal M, SH, bersama seluruh pengurus Forum.

BACA JUGA...  TKD Bukan Sekadar Dana, Tapi Denyut Hidup Pelayanan Publik

Ada suasana kekeluargaan yang begitu kuat—seakan dua daerah bertetangga tengah membangun pengertian yang lebih dalam, bukan hanya antar lembaga, tetapi antar manusia yang sama-sama memikul amanah untuk memajukan daerahnya.