
Sabang, (MA) – Dalam seminggu ini dua gelombang manusia perahu atau yang lebih dikenal Rohingya mendarat di Sabang akibat dari kehadiran mereka telah membuat Pemerintah Kota Pemko (Sabang) capek dan lelah menanganinya, terutama bagi gelombang Rohingya kedua asal Bangladesh, membuat aparat pemerintah setempat harus mencari jalan keluar.
Seperti diketahui sebanyak 139 etnis Rohingya kembali mendarat di Kota Sabang, kali ini mereka berasal dari negara Bangladesh. Para pengungsi tersebut berlabuh ke pesisir pantai Tapak Gajah, Gampong Ie Meulee, Kecamatan Sukajaya,, Kota Sabang pada 01 November 2023 dini hari sekitar pukul 02.00 WIB menggunakan kapal kayu.
“Ini merupakan gelombang ke dua selama penghujung tahun 2023,” kata Kabag Protokol dan Komunikasi Pimpinan Setda Kota Sabang, Ady Akmal Shiddiq kepada wartawan, Senin (04/11)2023).
Kabag Prokopim menjelaskan, setelah berlabuh di pesisir pantai Tapak Gajah, Gampong Ie Meulee, setelah masyarakat setempat menolak kemudian para Rohingya tersebut dipindahkan ke Gampong Balohan, Kecamatan yang sama. Namun juga terjadi penolakan oleh masyarakat Gampong Balohan.
Halaman : 1 2 3 4 Selanjutnya















