Bisa jadi wilayah-wilayah ini dulunya sebagai penampung banjir limpahan kiriman Krueng Singkil kemudian mengalir ke laut. Namun karena sudah menjadi pemukiman dalam rangka menyukseskan program pemerataan penduduk untuk menekan kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan maka wilayah ini dibuka menjadi pemukiman baru.
Dalam konteks pilkada, sedianya para calon kepala daerah di semua wilayah DAS di Provinsi Aceh mengangkat isu banjir dan lingkungan hidup lainnya.
Hendaknya pula, isu lingkungan dan hutan menjadi arus utama dan penting dimasukkan dalam rencana pembangunan.
Kandidat tidak boleh abai karena ancaman kegagalan pelaksanaan program tidak dapat berjalan ketika beragam bencana alam dan lingkungan hidup itu terjadi.
Tidak mudah menyelesaikan masalah bencana banjir namun yang pasti masalah banjir harus dan wajib selesai dengan cepat agar masyarakat tidak terus miskin.
Karenanya, kolaborasi lintas pemerintah daerah dan dukungan pemerintah pusat melalui berbagai satuan kerja terkait untuk segera menyelesaikannya.
Kesempatan yang baik itu, ada di hadapan mata.
Bisa jadi momentum pemerintahan baru Prabowo-Gibran, masalah penyelesaian banjir bisa dan didorong menjadi salah satu program strategis nasional.@Semoga.




