Banjir Sistemik, Kacaukan Ekonomi Masyarakat 

Kamis, 7 November 2024

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_131072

Oplus_131072

Oleh: Teuku Masrizar, S. Hut, M.Si

BANJIR besar di Aceh,  baru saja terjadi dan  melanda beberapa kabupaten/kota di provinsi paling ujung Pulau Sumatera itu, tepatnya pada bulan Oktober tahun 2024  yang lalu.

Bencana alam itu pun, semakin meluas dan berdampak buruk bagi masyarakat secara umum, sehingga boleh jadi menjadi peristiwa yang sistemik dan mengacaukan sektor ekonomi masyarakat.

BACA JUGA...  Fajri Kamal, S.HI Ketua KNPI Peudawa, Muhammad Fendi, S.P Idi Timur

Dalam bencana itu, beberapa ruas jalan terputus dan tanah longsor pun menyertai timbunan badan jalan di pegunungan, sehingga mobilisasi barang dan jasa terganggu akibat dari gangguan transportasi.

Ada pula perkampungan, kebun-kebun dan lahan pertanian terendam banjir  dan berakibat fatal bagi perekonomian masyarakat.

Aceh Tenggara, Aceh Selatan,  Subulussalam dan Aceh Singkil menjadi lokasi amukan banjir secara rutin dan  menjadi pelanggan banjir setiap tahun.

BACA JUGA...  Kecerdasan Buatan yang Makin Cerdas Dari Obrolan Virtual hingga Mobil Tanpa Sopir

Secara alam, tentu tidak bisa hujan yang disalahkan, tetapi hujan menjadi salah satu pemantik atas bencana banjir itu terjadi.

Ada faktor penyebab lainnya berkaitan dengan daya dukung dan daya tampung lingkungan hidup  yang cenderung semakin menurun kualitasnya serta konversi hutan menjadi lahan-lahan kebun jadi pemicu berikutnya.

Pengalaman pribadi penulis, saat menjadi camat di Trumon Timur Aceh Selatan, beberapa tahun lalu, masalah banjir rasanya masalah terberat yang dialami.

BACA JUGA...  Aceh Jangan Berunding, Maling Akan Tetap  Balas dengan  "Air Kencing"

Berita Terkait

Korupsi Tak Pernah Kehabisan Pelaku
Menagih Janji “Manis” Bupati Asel:  Antara Beban Moral dan Realita Fiskal
Dari Ruang Curhat
Problem Aceh Selatan, WPR Versus  Tambang Ilegal 
Hari Damai, Bendera, Dan Pertarungan Politik Aceh
Aceh dan Generasi Kedua Perdamaian
Tangsel Darurat Narkoba: Ketika Para Punggawa Pemberantas Narkoba Justru Menjadi Pemakai dan Pengedarnya
Polemik BPJN Aceh, Berbagai Pihak Ajak Kedepankan Solusi untuk Pembangunan Jalan Nasional

Berita Terkait

Selasa, 29 September 2026 - 17:56 WIB

Korupsi Tak Pernah Kehabisan Pelaku

Selasa, 29 September 2026 - 17:40 WIB

Menagih Janji “Manis” Bupati Asel:  Antara Beban Moral dan Realita Fiskal

Sabtu, 12 September 2026 - 09:38 WIB

Dari Ruang Curhat

Rabu, 2 September 2026 - 13:07 WIB

Problem Aceh Selatan, WPR Versus  Tambang Ilegal 

Rabu, 19 Agustus 2026 - 09:46 WIB

Hari Damai, Bendera, Dan Pertarungan Politik Aceh

Berita Terbaru

RAGAM BERITA

Bakal Calon Ketua PWI Aceh Muhammad Saman Lolos Verifikasi SC

Minggu, 25 Okt 2026 - 22:14 WIB

Wakil Bupati Asel H. Baital Mukadis bersama Dandim 0207/Asel Andrino Lubis memberikan motivasi kepada petugas agar penanganan longsor lebih cepat dan sempurna.(Foto/mediaaceh.co.id/istimewa).

PEMERINTAHAN

Longsor Teratasi, Jalur Menggamat – Kota Fajar Lancar 

Minggu, 25 Okt 2026 - 22:09 WIB