Aceh telah membayar harga mahal dari pembiaran ekologis. Pernyataan Presiden tentang ketegasan negara kini diuji di wilayah yang paling merasakan dampaknya. Apakah komitmen itu akan hadir sebagai kebijakan nyata, atau kembali menjadi janji yang larut bersama air banjir berikutnya, adalah pertanyaan yang belum terjawab.
Oleh:
Prof. Dr. dr. Rajuddin, SpOG(K), Subsp.FER
Guru Besar Universitas Syiah Kuala
Ketua IKA UNDIP Aceh
Sekretaris ICMI Orwil Aceh
š§ rajuddin@usk.ac.id















