Banjir Aceh dan Ujian Ketegasan Negara

Selasa, 6 Januari 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Banjir bandang Aceh juga membongkar dikotomi semu antara pertumbuhan ekonomi dan perlindungan lingkungan. Kerusakan ekologis selalu berujung pada kerugian ekonomi yang nyata: infrastruktur hancur, lahan pertanian rusak, aktivitas ekonomi terhenti, dan anggaran publik terkuras untuk pemulihan darurat. Biaya pencegahan selalu jauh lebih murah dibanding ongkos bencana.

Dalam konteks ini, perlindungan kawasan strategis seperti Taman Nasional Gunung Leuser menjadi krusial. Nilainya bukan hanya bagi Aceh atau Indonesia, melainkan bagi keseimbangan ekologi global. Menyentuh kawasan ini secara serampangan atas nama keuntungan jangka pendek adalah bentuk bunuh diri ekologis yang konsekuensinya ditanggung generasi mendatang.

BACA JUGA...  Penggerakan SMSI Untuk Pers Indonesia 

Karena itu, pencegahan harus menjadi poros kebijakan. Moratorium pembukaan kawasan baru di lereng curam dan sempadan sungai, pengetatan pengawasan, serta restorasi kawasan hulu DAS harus dijalankan secara konsisten. Pada saat yang sama, pengakuan dan penguatan peran masyarakat adat sebagai penjaga hutan harus ditempatkan sebagai solusi substantif, bukan sekadar ornamen kebijakan.

BACA JUGA...  Pancasilais vs Kapitalis Liberal

Solidaritas masyarakat Aceh pascabencana patut diapresiasi. Namun empati publik tidak boleh menjadi pengganti tanggung jawab negara. Negara tidak boleh hadir hanya saat evakuasi dan bantuan darurat, lalu menghilang ketika saatnya menindak pelaku perusakan.

Berita Terkait

Korupsi Tak Pernah Kehabisan Pelaku
Menagih Janji “Manis” Bupati Asel:  Antara Beban Moral dan Realita Fiskal
Dari Ruang Curhat
Problem Aceh Selatan, WPR Versus  Tambang Ilegal 
Hari Damai, Bendera, Dan Pertarungan Politik Aceh
Aceh dan Generasi Kedua Perdamaian
Tangsel Darurat Narkoba: Ketika Para Punggawa Pemberantas Narkoba Justru Menjadi Pemakai dan Pengedarnya
Polemik BPJN Aceh, Berbagai Pihak Ajak Kedepankan Solusi untuk Pembangunan Jalan Nasional

Berita Terkait

Selasa, 29 September 2026 - 17:56 WIB

Korupsi Tak Pernah Kehabisan Pelaku

Selasa, 29 September 2026 - 17:40 WIB

Menagih Janji “Manis” Bupati Asel:  Antara Beban Moral dan Realita Fiskal

Sabtu, 12 September 2026 - 09:38 WIB

Dari Ruang Curhat

Rabu, 2 September 2026 - 13:07 WIB

Problem Aceh Selatan, WPR Versus  Tambang Ilegal 

Rabu, 19 Agustus 2026 - 09:46 WIB

Hari Damai, Bendera, Dan Pertarungan Politik Aceh

Berita Terbaru

RAGAM BERITA

Bakal Calon Ketua PWI Aceh Muhammad Saman Lolos Verifikasi SC

Minggu, 25 Okt 2026 - 22:14 WIB

Wakil Bupati Asel H. Baital Mukadis bersama Dandim 0207/Asel Andrino Lubis memberikan motivasi kepada petugas agar penanganan longsor lebih cepat dan sempurna.(Foto/mediaaceh.co.id/istimewa).

PEMERINTAHAN

Longsor Teratasi, Jalur Menggamat – Kota Fajar Lancar 

Minggu, 25 Okt 2026 - 22:09 WIB