HUKOM  

Anak Muda Kritisi OTT, Pilih Kebijakan Sistemik

Muda
Ilustrasi OTT.: Int

JAKARTA  (MA) – Generasi muda Indonesia semakin kritis terhadap persoalan strategis bangsa, terutama korupsi dan lingkungan. Hasil National Benchmark Survey (NBS) Semester I 2025 yang dirilis Kawula17 mengungkap bahwa orang muda tidak lagi puas dengan operasi tangkap tangan (OTT) sebagai langkah utama pemberantasan korupsi.

Sebanyak 46 persen responden mendukung larangan koruptor mencalonkan diri di jabatan publik, sementara 45 persen mendorong pengesahan RUU Perampasan Aset. Survei ini melibatkan 1.342 responden berusia 17–35 tahun dari seluruh Indonesia dengan metode Computer-Assisted Self Interviewing (CASI) pada 10–17 Juli 2025.

BACA JUGA...  FPRA Minta KPK Usut Tuntas Kasus Korupsi Di Aceh

“Temuan ini menjadi sinyal keras bagi pemerintah. Apabila upaya pemberantasan korupsi, utamanya dengan perbaikan kebijakan dan reformasi kelembagaan, tidak segera ditingkatkan, hal ini akan berdampak pada kredibilitas pemerintah di mata orang muda,” kata Program Manager Kawula17, Maria Angelica, Kamis (28/8).

Dalam temuan survei, empat dari lima orang muda menilai kinerja pemerintah dalam pemberantasan korupsi masih jauh di bawah ekspektasi. Tingkat kepuasan terhadap peran pemerintah di isu antikorupsi hanya mencatatkan skor -77 persen, turun drastis dari -56 persen pada periode sebelumnya.

BACA JUGA...  SAPA Desak Penerapan Putusan MK di Aceh untuk Perkuat Demokrasi 

Selain korupsi, isu lingkungan juga menjadi sorotan utama. Sebanyak 38 persen responden menilai lemahnya penegakan hukum yang dipengaruhi uang dan kekuasaan, sementara 30 persen menyebut kebijakan lingkungan yang belum efektif sebagai faktor kerusakan ekosistem. Lebih dari separuh (53 persen) mendesak pemerintah segera melaksanakan kebijakan perlindungan kawasan hutan dari deforestasi, kebakaran, dan alih fungsi lahan.

Aktivis antikorupsi Dewi Anggraeni menilai meningkatnya perhatian generasi muda sebagai tanda positif. “Orang muda semakin kritis melihat korupsi dan melek kondisi bangsa, dengan tujuan memaksa pemerintah untuk berbenah,” ujarnya.

BACA JUGA...  ALAMP AKSI Desak Kejati Usut Dugaan Korupsi di Dinas Perkim dan PUPR Kota Banda Aceh

Laporan NBS juga menyebutkan bahwa antikorupsi menjadi topik paling diminati orang muda untuk berpartisipasi dalam 12 bulan ke depan, dengan 73 persen responden menyatakan minat terlibat. Hal ini menegaskan bahwa generasi muda bukan sekadar pengamat, melainkan aktor penting dalam mendorong reformasi kebijakan negara.

Survei NBS Kawula17 yang didukung Yayasan Pelopor Pilihan Tujuhbelas dilakukan setiap semester untuk memantau persepsi orang muda terhadap isu-isu strategis, mulai dari antikorupsi, hak asasi manusia, gender, hingga lingkungan. (Rls)