Air Terjun Blang Kolam, Permata Tersembunyi di Pedalaman Aceh Utara

Rabu, 16 Oktober 2024

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Bagi yang berasal dari luar daerah, rute menuju Air Terjun Blang Kolam cukup mudah. Setelah tiba di Cunda, pengunjung dapat mengikuti petunjuk jalan yang mengarah langsung ke lokasi. Alternatif lain, bisa melalui jalur Krueng Geukueh. Setibanya di sana, wisatawan perlu memarkir kendaraan di area yang disediakan. Biaya parkir untuk sepeda motor adalah Rp 10.000, sedangkan untuk mobil dikenakan Rp 20.000. Meskipun harganya terbilang cukup mahal, namun keamanan kendaraan tetap terjaga dengan baik.

BACA JUGA...  Warga Terdampak Covid-19 di Pedalaman Aceh Utara Terima Bansos

 

Dari tempat parkir, pengunjung bisa melihat gerbang yang menjadi pintu masuk menuju air terjun. Perjalanan menuruni seratusan anak tangga yang dibuat pada tahun 70-an menjadi tantangan tersendiri. Meskipun terasa melelahkan, pemandangan alam di sepanjang jalan menambah semangat untuk segera mencapai air terjun.

Salah seorang pengunjung, Irwansyah, mengaku baru pertama kali mengunjungi Air Terjun Blang Kolam. Menurutnya, tempat ini sangat cocok untuk menghabiskan waktu liburan bersama keluarga dan teman. “Tempatnya sangat indah, namun jika Pemerintah Kabupaten Aceh Utara mau mengelola air terjun ini dengan lebih baik, pasti akan semakin menarik untuk dikunjungi,” ujarnya.

BACA JUGA...  Kadis Pertanian Abes Akan Bangun Embung Daerah Persawahan Tadah Hujan

Tak jauh dari lokasi Air Terjun Blang Kolam, terdapat juga Air Terjun Rayap yang masih berada di kawasan yang sama. Wisatawan yang datang bisa sekaligus mengunjungi kedua air terjun ini dalam satu perjalanan. Pemandangan alam yang masih terjaga keasriannya membuat tempat ini menjadi surga tersembunyi di Aceh Utara.

Berita Terkait

23 Warisan Budaya Aceh di Tingkat Nasional, Kekayaan yang Tak Boleh Hilang
Seudati: Seni Gerak, Syair, dan Kekompakan yang Tak Lekang Zaman
Seni di Balik Kupiah Meukeutop, dari Busana Adat hingga Simbol Aceh
Pinto Aceh: Sebuah Motif, Sebuah Karya, Sebuah Identitas
Rencong: Ketika Sebilah Senjata Menjadi Karya Seni dan Identitas Aceh
Si Dalupa, Teater Bertopeng Aceh Barat yang Tetap Hidup di Tengah Zaman
Menjaga Gegedem Tetap Bertalu, Merawat Ingatan Budaya Tanah Gayo
Rapai Geurimpheng, Seni Tradisi Aceh yang Menyatukan Bunyi, Gerak dan Syair

Berita Terkait

Minggu, 30 Agustus 2026 - 22:17 WIB

23 Warisan Budaya Aceh di Tingkat Nasional, Kekayaan yang Tak Boleh Hilang

Minggu, 30 Agustus 2026 - 16:06 WIB

Seudati: Seni Gerak, Syair, dan Kekompakan yang Tak Lekang Zaman

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 23:01 WIB

Seni di Balik Kupiah Meukeutop, dari Busana Adat hingga Simbol Aceh

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 14:57 WIB

Pinto Aceh: Sebuah Motif, Sebuah Karya, Sebuah Identitas

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 00:53 WIB

Rencong: Ketika Sebilah Senjata Menjadi Karya Seni dan Identitas Aceh

Berita Terbaru

RAGAM BERITA

Bakal Calon Ketua PWI Aceh Muhammad Saman Lolos Verifikasi SC

Minggu, 25 Okt 2026 - 22:14 WIB

Wakil Bupati Asel H. Baital Mukadis bersama Dandim 0207/Asel Andrino Lubis memberikan motivasi kepada petugas agar penanganan longsor lebih cepat dan sempurna.(Foto/mediaaceh.co.id/istimewa).

PEMERINTAHAN

Longsor Teratasi, Jalur Menggamat – Kota Fajar Lancar 

Minggu, 25 Okt 2026 - 22:09 WIB