Di Tanah yang Terlupakan, Saiful Bahri Mengangkat Derita Sekerak ke Ruang Kebijakan

Di Tanah yang Terlupakan, Saiful Bahri Mengangkat Derita Sekerak ke Ruang Kebijakan.

“Sekerak adalah wilayah yang paling tertinggal dari segi infrastruktur. 90 persen belum tersentuh pembangunan. Ini fakta, bukan opini.”

[Saiful Bahri, SH., MH.]

DI antara hamparan rawa, kebun campuran, dan perkampungan kecil yang berjauhan, Kecamatan Sekerak kembali memanggil perhatian publik.

Tidak melalui panggung seremonial atau peresmian proyek, melainkan lewat keluhan berulang dari warganya—keluhan yang akhirnya mengalir deras ke laman Facebook milik Wakil Ketua DPRK Aceh Tamiang, Saiful Bahri, SH., MH.

BACA JUGA...  Pantai Kuala Ketapang: Destinasi Wisata Bahari Baru yang Menenangkan di Aceh Tamiang

Namun satu kenyataan pahit kembali terungkap; Sekerak hari ini masih menjadi kecamatan paling tertinggal dari sisi infrastruktur di Aceh Tamiang.

Saiful Bahri tidak ingin menutupi kondisi itu. Dalam peninjauan langsung ke lapangan, ia melihat sendiri fakta yang membuatnya geleng kepala; 90 persen wilayah Sekerak belum tersentuh pembangunan.

Bahkan akses antar desa yang seharusnya menjadi nadi ekonomi dan mobilitas warga, masih berupa jalan berlubang, berlumpur, dan licin—bahkan untuk sepeda motor sekalipun.

BACA JUGA...  Keangkuhan Akademik Yang Berlutut Pada Laku Spiritual

“Saya melihat, bukan sekadar mendengar,” kata Saiful

Di sebuah titik jalan yang rusak parah di satu Dusun, Saiful berhenti. Kendaraan tidak bisa melanjutkan perjalanan tanpa risiko terguling, dan warga yang ikut mendampingi hanya bisa tersenyum getir.

“Hampir 90 persen warga Sekerak tertinggal jika dibandingkan kecamatan lain,” ujar Saiful.

Kalimat itu bukan hiperbola.