Perkebunan Kelapa Sawit dan Ketahanan Pangan, Benarkah?

PTPN meluncurkan varietas baru kelapa sawit, yaitu NUSAKlon 1 dan NUSAKlon 2, yang memiliki produktivitas crude palm oil (CPO) yang sangat tinggi, mencapai 12 ton per hektare per tahun. Hal ini 30-40% lebih tinggi dari varietas yang beredar saat ini.

BICARA KETAHANAN PANGAN, tentu berkutat pada upaya pemerintah RI untuk menghadapi iklim global dan kemiskinan ekstrem di republik ini.

BACA JUGA...  Produk Inovasi Desa di Peusangan Terkendala Pemasaran

Pencanangan’ program ketahanan pangan itu seyogianya sudah di gagas pada masa pemerintahan Joko Widodo (Jokowi).

Demisionernya Jokowi berlanjut ke Pemerintahan Prabowo Subianto; program ini terus ‘menggelinding’ asabatnya agar rakyat bisa bertahan mampu menghadapi ‘global ekstrem’.

Lalu apa hubungannya Kelapa Sawit dengan ketahanan pangan? Tentu saja ada, Perusahaan Perkebunan Besar [Swasta dan BUMN] hari ini sedang menggalakkan beberapa varietas ikonik di Indonesia selain kelapa sawit.

BACA JUGA...  ESDM Apresiasi Rantau Field Inisiasi Zero Routine Flaring

Sebut saja Perseroan Terbatas (PT) Perkebunan Nusantara (PN) Holding (PTPN). Perusahaan perkebunan pelat merah ini mampu mengubah komoditi unggulan manajemen perusahaan PTPN Holding Kelapa Sawit berinovasi ke jenis Varietas lain.

Coba kita tilik apa saja adhesi PTPN Holding yang sudah dan sedang dilakukan?. Selain varietas unggulannya [Kelapa Sawit].