Saling Klaim Tanah, BKSDA Aceh dengan Warga Seuneubok Jaya Berpotensi Konflik

Jumat, 12 Juli 2024

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Juru Bicara warga Gampong Seuneubok Jaya Kecamatan Trumon Kabupaten Aceh Selatan Harbaini (jongkok), memandu sebagian warga untuk memperlihatkan peta dan sejumlah lembaran sertifikat kepemilikan lahan yang "disengketakan" dengan BKSDA Aceh kepada wartawan di Tapaktuan, Selasa, lalu.(poto/mediaaceh.co.id/Maslow Kluet).

Juru Bicara warga Gampong Seuneubok Jaya Kecamatan Trumon Kabupaten Aceh Selatan Harbaini (jongkok), memandu sebagian warga untuk memperlihatkan peta dan sejumlah lembaran sertifikat kepemilikan lahan yang "disengketakan" dengan BKSDA Aceh kepada wartawan di Tapaktuan, Selasa, lalu.(poto/mediaaceh.co.id/Maslow Kluet).

TAPAKTUAN (MA) – Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh  dengan sebagian warga  Gampong Seunebok Jaya, Kecamatan Trumon  Aceh Selatan, dilaporkan, pekan lalu saling klaim areal lahan.

Sehingga dikhawatirkan, akan memunculkan konflik antara keduanya, bila tidak segera ditangani secara komprehensif.

Menurut keterangan, asal mula terjadinya saling klaim tanah tersebut, setelah pihak BKSDA Aceh menyatakan bahwa sebagian wilayah perkampungan warga Gampong Seuneubok Jaya adalah  kawasan Konservasi Suaka Margasatwa Rawa Singkil (SMRS).

BACA JUGA...  Hadapi Punggahan, Kapolda Aceh Bagikan Daging 

Sebaliknya,  sebagian warga Gampong Seuneubok Jaya mengklaim bahwa areal lahan yang dinyatakan milik SMRS adalah tidak benar.

Sebagaimana dinyatakan warga setempat pada pertemuannya dengan beberapa wartawan di Tapaktuan, Selasa, (9/7).

“Lahan itu sudah lama kami tempati sebelum ada program transmigrasi pada tahun 1990 yang diperuntukan bagi masyarakat yang meliputi 300 KK baik itu warga lokal warga luar daerah,” kata juru bicara warga Gampong Seuneubok Jaya Harbaini.

BACA JUGA...  Harga Bawang Merah Melonjak di Pasar Inpres 

Dia menambahkan, lahan yang dibuka waktu itu.  (maksudnya tahun 1990-red) seluas 688 Hektar lebih dengan jatah masyarakat seluas 2 Hektare/KK  dengan rincian,  lahan pekarangan, lahan pertanian serta lahan perladangan.

Berita Terkait

Longsor Teratasi, Jalur Menggamat – Kota Fajar Lancar 
Pasca Demonstrasi di SMAN 1 Simpang Ulim, Kacabdin: Kita Tunjukkan Plh
Sejumlah Gampong di Aceh Selatan Dilanda  Banjir
SAPA Desak APH dan BNN Tes Urine Anggota Legislatif Bireuen 
Polres Aceh Selatan Tangkap Pelaku Penyalahgunaan BBM Subsidi
Kolam di Tengah Kota, Ancam Keselamatan Warga 
Tempat Tambatan KM Dangkal, Mahmud:  Sawang Dianaktirikan 
Asap Kepung Aceh Selatan, Kapolres: Gunakan Masker 

Berita Terkait

Minggu, 25 Oktober 2026 - 22:09 WIB

Longsor Teratasi, Jalur Menggamat – Kota Fajar Lancar 

Minggu, 25 Oktober 2026 - 17:37 WIB

Pasca Demonstrasi di SMAN 1 Simpang Ulim, Kacabdin: Kita Tunjukkan Plh

Minggu, 25 Oktober 2026 - 17:27 WIB

Sejumlah Gampong di Aceh Selatan Dilanda  Banjir

Minggu, 25 Oktober 2026 - 17:15 WIB

SAPA Desak APH dan BNN Tes Urine Anggota Legislatif Bireuen 

Jumat, 23 Oktober 2026 - 11:35 WIB

Polres Aceh Selatan Tangkap Pelaku Penyalahgunaan BBM Subsidi

Berita Terbaru

PEMERINTAHAN

Mangan Murum di Quba, Wagub Aceh Serukan Kebersamaan

Senin, 26 Okt 2026 - 21:39 WIB

Para mahasiswa pelaksana  poto bersama dengan sebagian siswa SMA Negeri 4 Banda Aceh yang menjadi peserta workshop.(Poto/mediaaceh.co.id/istimewa).

PENDIDIKAN

Workshop Desain Grafis, Buka Peluang Freelance bagi Pelajar

Senin, 26 Okt 2026 - 21:25 WIB