Saling Klaim Tanah, BKSDA Aceh dengan Warga Seuneubok Jaya Berpotensi Konflik

Jumat, 12 Juli 2024

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Juru Bicara warga Gampong Seuneubok Jaya Kecamatan Trumon Kabupaten Aceh Selatan Harbaini (jongkok), memandu sebagian warga untuk memperlihatkan peta dan sejumlah lembaran sertifikat kepemilikan lahan yang "disengketakan" dengan BKSDA Aceh kepada wartawan di Tapaktuan, Selasa, lalu.(poto/mediaaceh.co.id/Maslow Kluet).

Juru Bicara warga Gampong Seuneubok Jaya Kecamatan Trumon Kabupaten Aceh Selatan Harbaini (jongkok), memandu sebagian warga untuk memperlihatkan peta dan sejumlah lembaran sertifikat kepemilikan lahan yang "disengketakan" dengan BKSDA Aceh kepada wartawan di Tapaktuan, Selasa, lalu.(poto/mediaaceh.co.id/Maslow Kluet).

Menurutnya, pada tahun 1996, BPN Aceh Selatan mengeluarkan sertifikat untuk 300 KK yang dibagi tiga sertifikat yakni lahan pekarangan, pertanian dan perladangan. Namun, karena konflik pada saat itu, banyak warga transmigrasi yang eksodus (meninggalkan lokasi-red),  maka tersisa 100 KK yang terdaftar dan bersertifikat.

Maka, kata Harbaini, dari mana faktanya, tiba-tiba pada tahun 2024 ini,    BKSDA mengambil titik dengan  menetapkan lahan penduduk menjadi  kawasan konservasi SMRS, ditengah fakta bahwa pada tahun 1990, warga sudah menggarap areal lahan tersebut.

BACA JUGA...  Riga Wantona, Minta Pj Gubernur Tinjau BMCC yang Terbengkalai

“Warga tidak habis pikir, penyerobotan tanah perampasan hak tanah yang dilakukan oleh pihak BKSDA Aceh secara sepihak tanpa ada musyawarah, tentu kami masyarakat tidak tinggal diam untuk melawan dalam mempertahankan tanah kami dengan dibuktikan dokumen yang sah,” katanya dalam nada tinggi dengan menyebut bisa menimbulkan konflik dengan warga.

Untuk menghindari konflik, dia berharap pihak terkait dalam hal ini, Pemda Aceh Selatan agar  segara mengambil langkah dan hadir di dalam menyelesaikan persoalan ini.

BACA JUGA...  Muhammad Ali Ditemukan Meninggal Dunia di Sungai Krueng Keureuto 

Pihak BKSDA Aceh, hingga, Rabu lalu, belum memberikan tanggapan apapun sampai berita ini ditayangkan oleh sejumlah media online.

Berita Terkait

Longsor Teratasi, Jalur Menggamat – Kota Fajar Lancar 
Pasca Demonstrasi di SMAN 1 Simpang Ulim, Kacabdin: Kita Tunjukkan Plh
Sejumlah Gampong di Aceh Selatan Dilanda  Banjir
SAPA Desak APH dan BNN Tes Urine Anggota Legislatif Bireuen 
Polres Aceh Selatan Tangkap Pelaku Penyalahgunaan BBM Subsidi
Kolam di Tengah Kota, Ancam Keselamatan Warga 
Tempat Tambatan KM Dangkal, Mahmud:  Sawang Dianaktirikan 
Asap Kepung Aceh Selatan, Kapolres: Gunakan Masker 

Berita Terkait

Minggu, 25 Oktober 2026 - 22:09 WIB

Longsor Teratasi, Jalur Menggamat – Kota Fajar Lancar 

Minggu, 25 Oktober 2026 - 17:37 WIB

Pasca Demonstrasi di SMAN 1 Simpang Ulim, Kacabdin: Kita Tunjukkan Plh

Minggu, 25 Oktober 2026 - 17:27 WIB

Sejumlah Gampong di Aceh Selatan Dilanda  Banjir

Minggu, 25 Oktober 2026 - 17:15 WIB

SAPA Desak APH dan BNN Tes Urine Anggota Legislatif Bireuen 

Jumat, 23 Oktober 2026 - 11:35 WIB

Polres Aceh Selatan Tangkap Pelaku Penyalahgunaan BBM Subsidi

Berita Terbaru

PEMERINTAHAN

Mangan Murum di Quba, Wagub Aceh Serukan Kebersamaan

Senin, 26 Okt 2026 - 21:39 WIB

Para mahasiswa pelaksana  poto bersama dengan sebagian siswa SMA Negeri 4 Banda Aceh yang menjadi peserta workshop.(Poto/mediaaceh.co.id/istimewa).

PENDIDIKAN

Workshop Desain Grafis, Buka Peluang Freelance bagi Pelajar

Senin, 26 Okt 2026 - 21:25 WIB