CV Buntul Nege Kerjakan 12 Paket Tender dan Non Tender di Galus

Sabtu, 11 September 2021

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

CV Buntul Nege Kerjakan 12 Paket Tender dan Non Tender di Galus

BLANGKEJEREN (MA) – CV Buntul Nege terindikasi telah menguasai 12 paket pekerjaan tender dan non tender yang tersebar dibeberapa Satuan Kerja Perangkat Kabupaten (SKPK) seperti terlampir dilaman Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) Kabupaten Gayo Lues.

CV. Buntul Nege beralamat di Desa Bukut, Kecamatan Terangon Kabupaten Gayo Lues, ada kesan tak lazim sebagai anemer bisa menguasai 12 paket pekerjaan fisik sekaligus di kabupaten berjuluk Tanah Seribu Bukit.

BACA JUGA...  Sejumlah Pejabat Polres Lhokseumawe Diganti, Ini Daftarnya

Ada indikasi kuat, pekerjaan tersebut milik seorang anggota Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Gayo Lues.

“Wah…ini namanya monopoli paket pekerjaan, secara aturan apakah dibenarkan?, kalau itu dibenarkan sama artinya mematikan kontraktor yang lain. Dan tak terjadi porsi pemerataan pekerjaan untuk kontraktor lokal,” tanya Praktisi Hukum, Maripatua Purba, SH yang juga anggota Peradi Kota Medan, pada mediaaceh.co.id, Sabtu, 11 September 2021.

BACA JUGA...  Baru Dua Minggu Menjabat, Kapolres Lhokseumawe Berhasil Menangkap Pelaku Ini

Purba mencontohkan; pada tahun anggaran 2021 ini, CV Buntul Nege menguasai 12 paket pekerjaan yang ada di SKPK. Diantaranya 6 paket tender pekerjaan fisik dan 6 paket pekerjaan Penunjukkan Langsung (PL) .

“Saya kira ini ada persekongkolan politis secara sistemik yang dimainkan oleh Pengadaan Barang dan Jasa (Barjas) di Gayo Lues, seyogianya Komisi Pengawasan Persaingan Usaha (KPPU) turun melihat, apakah proses pelelangan tender sudah berjalan sesuai aturan, sehingga satu kontraktor bisa menguasai puluhan paket pekerjaan?,” kata Purba.

BACA JUGA...  Berikan Kuasa Kepada Tim Law Firm Hotman Paris dan Patner, Keluarga Korban Minta Keadilan

Berita Terkait

KPK Usut Korupsi BPN
Isu Begal Pengaruhi Mobilitas Warga  di Aceh Selatan 
Penculikan Mahasiswa Terungkap, Polisi Amankan Senpi dan Pelaku
Tgk Agam Bantah Pukul ML, Siapkan Laporan Balik
Polisi Bongkar Aksi Bobol Dua Rumah Kajhu
Pinjam Scoopy Teman, Pria di Aceh Besar Malah Gadaikan Rp6 Juta
Berkas Perkara PT GRS Dilimpahkan ke PN Serang
Polresta Banda Aceh Usut Laporan Dugaan Pelecehan Seksual di Bugar Refleksi

Berita Terkait

Jumat, 18 September 2026 - 17:50 WIB

KPK Usut Korupsi BPN

Kamis, 17 September 2026 - 12:04 WIB

Isu Begal Pengaruhi Mobilitas Warga  di Aceh Selatan 

Kamis, 10 September 2026 - 17:40 WIB

Penculikan Mahasiswa Terungkap, Polisi Amankan Senpi dan Pelaku

Rabu, 9 September 2026 - 23:25 WIB

Tgk Agam Bantah Pukul ML, Siapkan Laporan Balik

Senin, 7 September 2026 - 19:03 WIB

Polisi Bongkar Aksi Bobol Dua Rumah Kajhu

Berita Terbaru

HUKOM

KPK Usut Korupsi BPN

Jumat, 18 Sep 2026 - 17:50 WIB

Tim Gabungan mengevakuasi jenazah korban ke dalam mobil untuk diserahkan kepada pihak keluarga korban.(Foto/mediaaceh.co.id/(istimewa).

PERISTIWA

Nelayan Meukek Ditemukan Meninggal

Jumat, 18 Sep 2026 - 17:41 WIB

Pertemuan dan Silahturahmi Direksi PT BAS dengan Kapolda Aceh.

RAGAM BERITA

Direksi Bank Aceh Silaturahmi ke Kapolda

Jumat, 18 Sep 2026 - 17:29 WIB

Penyerahan SK Ketua DPD Partai Demokrat Aceh oleh Walikota Lhokseumawe Sayuti Abu Bakar.

POLITIK

Sayuti Resmi Nahkodai Demokrat Aceh

Jumat, 18 Sep 2026 - 17:05 WIB

Para peserta kegiatan, lakukan foto bersama. Sebanyak 19 Kelompok Usaha Perhutanan Sosial (KUPS) di Aceh mendapatkan pendampingan pengembangan usaha berbasis hutan dan akses pembiayaan melalui pendekatan blended finance, Kamis (17/9/2026).
Foto: Tribun Gayo

PEMERINTAHAN

WRI Kick-Off BFM 2026–2027 di Bener Meriah

Jumat, 18 Sep 2026 - 08:23 WIB