ACEH TAMIANG, (MA) | Ada banyak kepentingan di Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh. Sehingga para pengambil kebijakan tak mampu membedakan antara benar dan salah.
Aceh Tamiang, tepat berada diujung Timur provinsi Pemerintah Aceh, yang berbatas langsung dengan Provinsi Sumatera itu. Terendus praktik judi Toto Gelap (Togel). De factoo-nya menjamur, namun tak mampu diberantas.
Digadang gadangkan, omset perharinya mencapai Rp50 juta rupiah, mediaaceh.co.id melansir upeti yang dibayar kepihak pihak berkompeten lumayan besar.
Pengakuan sang bandar berinisial ALG di Kota Kualasimpang, kerap menyetor keorang orang yang bisa membackup bisnis gelapnya.
Lalu, kenapa Togel begitu digemari?, penyakit sosial itu, menggerus kocek warga yang kecanduan memasang angka angka keberuntungan, Notabenenya bertentangan dengan Undang Undang Syari’at Islam dan UUPA.
Meski secara yuridis, jika kedapatan harus dicemeti berdasarkan Undang Undang, tapi para pecandu dan Bandar Togel tak kapok kapok. Meski efek jeranya ada, tak membuat para pecandu kapok dan jera.
Direktur Eksekutif Badan Advokasi Indonesia (BAI), Sawaluddin, SH mengecam tindakan dan praktik haram Togel, yang berjaya menggerogoti pundi rupiah masyarakat yang kecanduan.
Halaman : 1 2 3 4 5 Selanjutnya















