Duta Wisata Aceh Besar 2019, Siapa Dia?

Senin, 8 Juli 2019

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

KOTA JANTHO (ADC) – Muhammad Chairil Basyar dan Musyrida Ulfa terpilih menjadi Duta Wisata Aceh Besar tahun 2019. Keduanya dinobatkan sebagai agam dan inong itu setelah bersaing ketat dengan 14 finalis lainnya pada malam penobatan Duta Wisata Aceh Besar di Aula SMKN Al-Mubarkeya, Kecamatan Ingin Jaya, Minggu (7/7/2019).

Selain penobatan duta Aceh Besar yang terbaik, pada malam tersebut juga diterapkan Syukrullah dan Nelly Zarnida sebagai Wakil I Duta Wisata Aceh Besar. Kemudian M Rifki Alfany dan Rizka Faradila sebagai Wakil II. Sedangkan untuk Agam Favorit diraih oleh Fanny Alfadi dan Inong Favorit diraih Cut Dara Sari Mulia.

Para peserta yang terpilih itu, mendapatkan penilaian langsung dari para dewan juri dengan beragam pertanyaan yang menyangkut dengan pariwisata Aceh Besar. Sebelum mereka memasuki malam puncak penobatan, para peserta sudah dikarantina dan dibekali dengan berbagai ilmu untuk mengemban tugas sebagai duta wisata nantinya.

BACA JUGA...  Percantik Kota Wisata, Pemko Sabang Laksanakan Gotong Royong Diarea Ini 

Bupati Aceh Besar, Ir Mawardi Ali saat membuka acara penobatan duta wisata Aceh Besar, menegaskan bahwa penyelenggaraan dan pemilihan agam dan inong merupakan rangkaian proses promosi wisata melalui Duta Wisata dan sekaligus mencari bibit unggul dalam melanjutkan tongkat estafet Duta Wisata sebelumnya. “Duta Aceh Besar beberapa kali terpilih menjadi duta wisata provinsi Aceh, mudah-mudahan 2019 duta Aceh Besar kembali terpilih menjadi agam ataupun inong Aceh,” ujarnya.

Ia juga berharap, Duta Wisata ini dapat besinergi dengan pemerintah dalam mempromosikan pariwisata Aceh Besar. “Duta Wisata dapat bekerja sama membantu pemerintah dan masyarakat dalam rangka menjaga budaya dan mempromosikan pariwisata ,” pinta Mawardi Ali.

BACA JUGA...  Guna Memeriahkan Sail Sabang Disbudpar Akan Warna-Warnikan Kota

Menurutnya, Aceh Besar memiliki banyak potensi wisata yang dimilik dani tidak dimiliki daerah lain, tentunya tidak ada artinya jika itu disimpan tanpa di promosikan, untuk itu melalui duta wisata ini nantinya dapat mempromosikan destinasi-destinasi wisata yang dimiliki Aceh Besar kepada para investor maupun turis. “Aceh Besar juga memiliki berbagai potensi baik itu ekonomi, seni budaya, kuliner, wisata alam, olahraga wisata (sport tourism) seperti olahraga driving, snorkeling, paralayang, juga berbagai destinasi wisata lainnya. Semua itu perlu dipromosikan kepada dunia,” tegas Bupati Mawardi Ali.

Kepada duta wisata yang terpilih, Ia berharap berbagai destinasi wisata yang ada di Aceh Besar dapat dipormosikan dengan baik ke tingkat nasional maupun mancanegara. “Tentu wisata kita dengan tetap menjunjung tinggi dan visi terwujudnya Aceh Besar yang bermartabat, sejahtera dalam bingkai syariat Islam,” pungkas Mawardi Ali.
.
Sementara itu, Kadisparpora Aceh Besar, Ridwan Jamil SSos MSi, menjelaskan bahwa pemilihan duta wisata merupakan ajang pengembangan jaringan promosi wisata dimana hasil pemilihan ini sangat dibutuhkan untuk mempromosikan destinasi wisata dan budaya yang ada di Kabupaten Aceh Besar. “Mereka cukup mempuni untuk mempromosikan Aceh Besar terutama tentang destinasi wisata, budaya, adat istiadat serta kuliner,” ujarnya.

BACA JUGA...  BSI Luncurkan Mesin ATM Visa dan Mastercard, Kadisbudpar Aceh: Sangat Membantu Sektor Pariwisata

Menurut RJ sapan akrab Kadisparpora Aceh Besar, salah satu cara untuk memperkenalkan potensi wisata daerah adalah lewat berbagai event-event pariwisata ataupun sport tourism, baik itu dari level lokal, nasional maupun internasional. “Dalam waktu dekat kami akan menyusun kalender event guna mendukung promosi destinasi wisata di Kabupaten Aceh Besar,” demikian Ridwan Jamil. (r)

Berita Terkait

23 Warisan Budaya Aceh di Tingkat Nasional, Kekayaan yang Tak Boleh Hilang
Seudati: Seni Gerak, Syair, dan Kekompakan yang Tak Lekang Zaman
Seni di Balik Kupiah Meukeutop, dari Busana Adat hingga Simbol Aceh
Pinto Aceh: Sebuah Motif, Sebuah Karya, Sebuah Identitas
Rencong: Ketika Sebilah Senjata Menjadi Karya Seni dan Identitas Aceh
Si Dalupa, Teater Bertopeng Aceh Barat yang Tetap Hidup di Tengah Zaman
Menjaga Gegedem Tetap Bertalu, Merawat Ingatan Budaya Tanah Gayo
Rapai Geurimpheng, Seni Tradisi Aceh yang Menyatukan Bunyi, Gerak dan Syair
Tag :

Berita Terkait

Minggu, 30 Agustus 2026 - 22:17 WIB

23 Warisan Budaya Aceh di Tingkat Nasional, Kekayaan yang Tak Boleh Hilang

Minggu, 30 Agustus 2026 - 16:06 WIB

Seudati: Seni Gerak, Syair, dan Kekompakan yang Tak Lekang Zaman

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 23:01 WIB

Seni di Balik Kupiah Meukeutop, dari Busana Adat hingga Simbol Aceh

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 14:57 WIB

Pinto Aceh: Sebuah Motif, Sebuah Karya, Sebuah Identitas

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 00:53 WIB

Rencong: Ketika Sebilah Senjata Menjadi Karya Seni dan Identitas Aceh

Berita Terbaru

PEMERINTAHAN

Wagub Aceh Raih Penghargaan Penguat Ekonomi Syariah

Minggu, 6 Sep 2026 - 15:34 WIB

RAGAM BERITA

35 Peserta Muda Berebut Tiket Bintang Radio Nasional

Minggu, 6 Sep 2026 - 12:59 WIB