“Sekolah Lansia Bahagia Bersama bukan hanya tempat belajar, tetapi wadah untuk meningkatkan kualitas hidup, kebahagiaan, dan kemandirian lansia di masa emas mereka.”
[Irjen Pol. (P) Drs. Armia Pahmi, MH, Bupati Aceh Tamiang].
DI HALAMAN Learning Center PTPN IV Perkebunan Pulau Tiga, Minggu pagi lalu, suasana tampak berbeda dari biasanya. Sejumlah lansia duduk rapi mengenakan toga berwarna biru lembut, sementara senyum bahagia terpancar di wajah mereka.
Hari itu, Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang menggelar Wisuda Sekolah Lansia Bahagia Bersama; satu program yang mengajarkan bahwa semangat belajar tidak berhenti di usia muda.
Bagi para lansia, ini bukan sekadar acara seremonial, melainkan penanda bahwa masa senja pun dapat diisi dengan kebahagiaan dan makna.
Program ini digagas oleh Tim Penggerak PKK Kabupaten Aceh Tamiang bersama Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kampung, Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana (DPMKPPKB).
Acara wisuda turut dihadiri Bupati Aceh Tamiang, Irjen Pol. (P) Drs. Armia Pahmi, MH, Ketua TP-PKK Ny. Yuyun Armia, serta sejumlah pejabat daerah.
Tanda Cinta untuk Para Lansia.
Dalam sambutannya, Bupati Armia Pahmi berdiri di hadapan para wisudawan dengan nada suara yang bergetar lembut. Ia menatap satu per satu wajah para lansia yang tersenyum penuh bangga.
“Sekolah Lansia Bahagia Bersama adalah inovasi yang sangat mulia,” ujar Bupati Armia. “Program ini bukan hanya tempat belajar, tetapi wadah untuk meningkatkan kualitas hidup, kebahagiaan, dan kemandirian lansia di masa emas mereka.”
Ia menambahkan, meningkatnya usia harapan hidup masyarakat adalah peluang besar untuk memberdayakan lansia sebagai sumber kebijaksanaan bangsa.
“Melalui sekolah ini, kita membangun budaya menghargai dan memberdayakan lansia; sejalan dengan visi Aceh Tamiang yang Mandiri, Sejahtera, dan Berkelanjutan,” katanya.
Belajar Tentang Hidup, Bukan Sekadar Pelajaran.




