Ketua Panitia, M. Ilham Malik, S.STP, menjelaskan bahwa sebanyak 25 peserta lansia telah menempuh 12 kali pertemuan tatap muka dengan delapan modul pembelajaran utama. Materinya mencakup kesehatan, keterampilan hidup, spiritual, hingga sosial.
“Kami ingin memastikan para lansia tetap sehat, mandiri, aktif, dan produktif di masa senja mereka,” ujar Ilham.
Selama proses belajar, para peserta tak hanya diajak memahami teori, tetapi juga berinteraksi, bernyanyi, dan bercerita tentang pengalaman hidup.
Pendampingan dilakukan oleh fasilitator PKK, petugas Puskesmas, dan penyuluh DPMKPPKB dengan dukungan Anggaran BOKB Tahun 2025.
Air Mata di Balik Toga.
Puncak acara menjadi momen yang sulit dilupakan. Dengan langkah perlahan namun mantap, Bupati Armia Pahmi satu per satu memindahkan tali toga para peserta.
Di antara tawa dan tepuk tangan, beberapa lansia tampak meneteskan air mata [campuran antara bahagia dan haru].
Ny. Yuyun Armia, Ketua TP-PKK Aceh Tamiang, turut menyerahkan sertifikat kelulusan dengan penuh kasih. Ia menepuk lembut pundak seorang nenek yang tampak gemetar karena bahagia.
“Semangat ibu-ibu ini adalah cermin keteguhan yang luar biasa. Kita belajar dari mereka tentang arti hidup yang tidak berhenti di usia,” ujarnya.
Di akhir acara, seluruh peserta dan tamu undangan berfoto bersama. Dalam potret itu, tersimpan kisah tentang ketekunan, cinta, dan harapan [bahwa menua bukan berarti berhenti, melainkan kesempatan untuk terus tumbuh dan memberi teladan].
“Kami ingin memastikan para lansia tetap sehat, mandiri, aktif, dan produktif di masa senja mereka.”
[M. Ilham Malik, S.STP. Ketua Panitia Sekolah Lansia Bahagia Bersama].
Cahaya di Ujung Senja




