“Ini benih unggul jenis Tri Sakti. Kita harus dapat menciptakan empat kali panen dalam setahun, sehingga mampu menjawab keluhan petani selama ini,” ucap Ismail.
Lanjut Ismail; Pemerintah Aceh Tamiang tetap memperhatikan pendapatan petani yang ada didaerahnya. Untuk itu Pemkab Aceh Tamiang melalui Dinas Pertanian tetap mengutamakan petani.
Masih Ismail, benih padi unggul jenis Tri Sakti merupakan hasil karya anak bangsa melalui proses penelitian di Institut Pertanian Bogor (IPB) dan bentuk inovasi terbaru sehingga hasil dari benih padi dapat menguntungkan bagi para petani.
“Dengan menggunakan pupuk Bio P 2000 Z yang ramah lingkungan dan tidak mengandung bahan kimia, maka akan melahirkan hasil panen dua kali lipat dari hasil panen sebelumnya dengan masa panen singkat, tidak terlalu membutuhkan banyak air,” katanya memuji.
Sementara Mukim Gedung Biara, Syahril mengatakan bahwa; para petani sangat mengharapkan bantuan pemerintah berupa alat pertanian terutama jenis zonder untuk mengolah tanah. Terutama itu pembangunan saluran irigasi harus dilakukan sehingga sawah petani dapat terairi.
“Saat ini untuk memenuhi kebutuhan air di bawah petani masih tergantung pada sumur bor yang ada,” ungkapnya.




