REDELONG | MA — Entah dari mana datangnya, sebuah video berdurasi 17 detik sempat beredar dari ponsel ke ponsel melalui ruang daring aplikasi elektronik di jagat maya yang menggemparkan masyarakat Kabupaten Bener Meriah.
Video tersebut dicurigai sebagai tindakan bagi-bagi proyek pekerjaan konstruksi dari pemerintah daerah. Nama putri sulung Bupati Bener Meriah ikut terseret, ia diduga mengatur dan membagikan proyek kepada sejumlah orang dalam video itu.
Bupati Bener Meriah, Ir H Tagore Abubakar, kemudian membantah hal ini. Dalam sebuah sesi wawancara bersama sejumlah wartawan, orang nomor satu di Bener Meriah tersebut menapik kecurigaan publik soal dugaan keterlibatan putrinya bagi-bagi proyek.
Menurutnya, tidak mungkin putrinya berani mengatur ataupun membagi proyek kepada pihak tertentu.
Sebab kata dia, seluruh tahapan penunjukan atau penetapan pihak ketiga dalam sebuah pekerjaan dari pemerintah, harus mengikuti prosedur yang berlaku. “Saya sendiri tidak berani, apalagi anak saya. Saya menegaskan kepada rekanan yang ingin mendapatkan proyek harus mengikuti prosedur yang berlaku,” kata Tagore di hadapan Wartawan, Rabu, (11/3).
Bupati Tagore juga mengaku telah memanggil putrinya untuk meminta klarifikasi terkait isi video yang beredar.
“Iya, saya sudah memanggil putri saya dan mempertanyakan terkait video dugaan bagi-bagi proyek tersebut,” ujarnya.





