“Anak saya mengatakan itu video tahun 2025 lalu dan tidak benar mengatur proyek untuk orang-orang tertentu,” tegas Bupati Tagore.
Ia juga menegaskan bahwa seluruh proyek pemerintah daerah tetap harus mengikuti mekanisme dan aturan pengadaan barang dan jasa sesuai ketentuan yang berlaku.
Sebelumnya, sebagaimana dilansir oleh be berapa media online setempat, sebuah video berdurasi 17 detik yang beredar luas di media sosial dan grup percakapan masyarakat Kabupaten Bener Meriah memicu polemik baru.
Dalam video tersebut, seorang perempuan yang diduga RTP, yang disebut sebagai putri Bupati Bener Meriah sekaligus Ketua Majelis Pendidikan Daerah (MPD) Bener Meriah, terdengar berbincang dengan beberapa orang terkait dugaan pembagian proyek.
Dalam potongan video singkat yang di ketahui di rekam pada tahun 2025 itu, RTP terlihat duduk bersama beberapa orang yang diduga memiliki hubungan kedekatan dengannya. Percakapan yang terekam diduga menyebutkan pembagian pekerjaan atau proyek tertentu kepada pihak-pihak yang berada dalam lingkaran pertemuan tersebut.
Meski hanya berdurasi 17 detik, video itu langsung menyebar cepat dan menjadi bahan perbincangan publik.
Sejumlah warga menilai isi percakapan tersebut mengarah pada dugaan pengaturan proyek di lingkaran kekuasaan, yang berpotensi menimbulkan konflik kepentingan.




