Beredarnya video tersebut kini memunculkan desakan dari sejumlah kalangan agar inspektorat daerah, aparat penegak hukum, maupun lembaga pengawas segera menelusuri kebenaran video tersebut, termasuk mengklarifikasi konteks percakapan yang terekam di dalamnya.
Bagi masyarakat Bener Meriah, persoalan ini bukan sekadar video pendek yang viral, tetapi menyangkut integritas tata kelola proyek pemerintah daerah. Jika dugaan pengaturan proyek benar terjadi, maka praktik tersebut dinilai dapat merusak kepercayaan publik terhadap pemerintah daerah. (AR)




