TNGL Kluet Timur Dirambah, Aparat Gampong Diduga Terlibat 

Senin, 13 Oktober 2025

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Perambahan hutan di kawasan konservasi TNGL Blok Pucuk Lembang Kluet Timur marak terjadi belakangan ini, tanpa pencegahan.(Foto/mediaaceh.co.id/Maslow Kluet).

Perambahan hutan di kawasan konservasi TNGL Blok Pucuk Lembang Kluet Timur marak terjadi belakangan ini, tanpa pencegahan.(Foto/mediaaceh.co.id/Maslow Kluet).

TAPAKTUAN | MA Aksi  perambahan terhadap hutan Taman Nasional Gunung Leuser (TNGL) di Kluet Timur,  tepatnya di Blok Hutan Pucuk Lembang, sekitar 50-an Km arah Timur Laut Tapaktuan,  semakin marak dalam beberapa pekan terakhir.

Aktifitas penebangan liar itu, diduga melibatkan aparat desa (gampong) atau paling tidak mengetahui tanpa pencegahan.

BACA JUGA...  Abrasi Semakin Meluas di Aceh Selatan, Pemerintah Harus Serius

Menurut keterangan, penebangan hutan yang dilindungi itu, hanya dilakukan sebagian kecil warga dengan alasan untuk keperluan lokal. Namun, karena tidak ada pelarangan, memicu banyak  warga lain, sehingga berubah menjadi aksi massal yang melibatkan penduduk setempat.

Laporan  menyebutkan, perambahan tersebut bermula dari praktik illegal logging yang telah lama berlangsung di area konservasi tersebut.

BACA JUGA...  Gampong Pasie Lembang Kluet Selatan Kembangkan Komoditi Jagung 

Sejumlah oknum warga, dilaporkan,  menebang kayu besar itu menggunakan mesin chainsaw. Sedianya,  dalam kawasan TNGL tidak boleh terjadi tindakan apapun, kecuali perlindungan (konservasi) hutan.

Keterangan lain, mengungkapkan, penebangan areal TNGL bisa jadi sebagai modus untuk perluasan kebun sawit, ketika ada ada “perlawanan” dari pihak terkait.

“Apalagi, kalau aparat penegak hukum, pihak pengawas dan pelaksana TNGL diam,” kata tokoh masyarakat di Kluet Timur.

BACA JUGA...  Komunitas Wisata Tuantapa, Rayakan HUT-VIII di Guha Batee Meucanang  Labuhan Haji Barat

Berita Terkait

Eks GAM Denmark: Pemerintah Harus Tuntaskan Butir MoU Helsinki 
Muhammad Saleh: Pak Presiden Prabowo Evaluasi Pejabat di Aceh 
Pernyataan JK soal Kericuhan Aceh Dibantah, Faisal: Masyarakat Kecewa MoU Tak Tuntas
Pemkab Aceh Barat Bantu Proses Pemulangan Korban Scam Kamboja
Koperasi Merah Putih Disorot, Panitia Beri Klarifikasi Soal Jadwal dan Honor
Mengaku Abang Samalanga, Penipu Manipulasi Bukti Transfer dan Catut Nama Ketua DPR Aceh
Satu Dapur SPPG di Aceh Selatan Dihentikan
Klaim Lahan Militer Vs Warga Tangerang, Pengamat Kebijakan Publik: Jangan Ada yang Merasa Paling Merah Putih

Berita Terkait

Selasa, 18 Agustus 2026 - 16:03 WIB

Eks GAM Denmark: Pemerintah Harus Tuntaskan Butir MoU Helsinki 

Senin, 17 Agustus 2026 - 15:17 WIB

Muhammad Saleh: Pak Presiden Prabowo Evaluasi Pejabat di Aceh 

Senin, 17 Agustus 2026 - 01:42 WIB

Pernyataan JK soal Kericuhan Aceh Dibantah, Faisal: Masyarakat Kecewa MoU Tak Tuntas

Minggu, 16 Agustus 2026 - 23:51 WIB

Pemkab Aceh Barat Bantu Proses Pemulangan Korban Scam Kamboja

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 17:22 WIB

Koperasi Merah Putih Disorot, Panitia Beri Klarifikasi Soal Jadwal dan Honor

Berita Terbaru

EKBIS

Zurich Perkuat Layanan, Resmikan Kantor Baru di Batam

Jumat, 21 Agu 2026 - 17:56 WIB

NEWS FEATURE

Kelas Berdaya, Mengenalkan Mitigasi Bencana Kepada Siswa SLBN

Jumat, 21 Agu 2026 - 11:40 WIB

FEATURE

Dari Bantuan Darurat ke Ekonomi Mandiri

Jumat, 21 Agu 2026 - 10:29 WIB

Sekdakab Asel Diva Samudra Putra berbincang dengan Asisten dan pemateri Rakor di Aula Dinas Pariwisata Jalan T. Ben Mahmud Tapaktuan, Kamis, (20/8/2026).(Foto/mediaaceh.co.id/Maslow Kluet).

PEMERINTAHAN

Satu Data, Sasaran Nyata

Kamis, 20 Agu 2026 - 20:04 WIB