TNGL Kluet Timur Dirambah, Aparat Gampong Diduga Terlibat 

Senin, 13 Oktober 2025

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Perambahan hutan di kawasan konservasi TNGL Blok Pucuk Lembang Kluet Timur marak terjadi belakangan ini, tanpa pencegahan.(Foto/mediaaceh.co.id/Maslow Kluet).

Perambahan hutan di kawasan konservasi TNGL Blok Pucuk Lembang Kluet Timur marak terjadi belakangan ini, tanpa pencegahan.(Foto/mediaaceh.co.id/Maslow Kluet).

Sementara itu, selama ini, aparat gabungan yang terdiri dari unsur pemerintah daerah, aparat keamanan, dan petugas kehutanan beberapa kali menemukan aktivitas itu.

Namun, setiap temuan selama ini masih diselesaikan dengan pendekatan persuasif, di mana,  pelaku hanya diminta menandatangani surat pernyataan untuk tidak mengulangi perbuatan.

Belakangan, pada Minggu, (14/9/2025), Tim Pengawasan Hutan Konservasi kembali menemukan sejumlah warga tengah menebang kayu di dalam kawasan TNGL.

BACA JUGA...  Danrem 012/TU Tinjau Program Ketahanan Pangan di Aceh Selatan 

Para pelaku kemudian dibawa ke Kantor Keuchik Pucuk Lembang untuk dibuatkan surat pernyataan.

Namun situasi berubah tegang saat hujan lebat turun dan warga lain berdatangan ke lokasi. Suara protes bermunculan, dan suasana menjadi tidak terkendali. Tim akhirnya gagal melaksanakan penandatanganan surat pernyataan.

Keesokan harinya, Senin (15/9/2025), tim gabungan bersama aparat keamanan kembali ke lokasi, tetapi kerumunan warga yang lebih besar sudah menunggu. Protes semakin keras, bahkan sempat terjadi pengancaman terhadap petugas.

BACA JUGA...  Dewan Ingatkan Cabup Aceh Jaya Jangan Nunggangi Bantuan Banjir

Karena situasi makin tidak kondusif, aparat akhirnya mengevakuasi seluruh anggota tim patroli dari lokasi untuk menghindari benturan.

Dampak penertiban tersebut, terjadi insiden dan setelahnya, aksi perambahan justru makin meluas. Warga menebang pohon menggunakan parang dan mesin pemotong kayu.

Berita Terkait

Asap Kepung Aceh Selatan, Kapolres: Gunakan Masker 
Irigasi Terbengkalai, Petani Kluet Utara Menjerit, FPKR Angkat Bicara
Jalan Lintas Dua Kecamatan Rusak Parah di Aceh Selatan 
Tim Pengacara Desak Poltekpel Buka Fakta Kematian Rasya
Ayah Wa Minta Penegak Hukum Usut Tuntas Kematian Mahasiswa Poltekpel Malahayati Aceh 
Sengketa Lahan Bumi Flora Kembali Memanas
Posko PT Atakana Rusak, Sengketa Agraria Diminta Tempuh Jalur Hukum
Banjir Terus Mengancam

Berita Terkait

Kamis, 15 Oktober 2026 - 21:19 WIB

Asap Kepung Aceh Selatan, Kapolres: Gunakan Masker 

Jumat, 9 Oktober 2026 - 17:19 WIB

Irigasi Terbengkalai, Petani Kluet Utara Menjerit, FPKR Angkat Bicara

Senin, 5 Oktober 2026 - 17:50 WIB

Jalan Lintas Dua Kecamatan Rusak Parah di Aceh Selatan 

Kamis, 1 Oktober 2026 - 07:55 WIB

Tim Pengacara Desak Poltekpel Buka Fakta Kematian Rasya

Rabu, 30 September 2026 - 13:13 WIB

Ayah Wa Minta Penegak Hukum Usut Tuntas Kematian Mahasiswa Poltekpel Malahayati Aceh 

Berita Terbaru

 Helmi ketua PETA Aceh Tengah.

PEMERINTAHAN

Masyarakat Gayo Dorong Pemekaran ALA

Kamis, 15 Okt 2026 - 21:46 WIB

RAGAM BERITA

FPRMI Aceh Bahas Batas Pidana Pers

Kamis, 15 Okt 2026 - 21:25 WIB

Puncak Gunung Lubuk Layu Samadua yang biasanya tampak menghijau dari kejauhan sekitar 3-4 Km, mini terlihat diliputi kabut asap.(Foto/mediaaceh.co.id/istimewa).

PERISTIWA

Asap Kepung Aceh Selatan, Kapolres: Gunakan Masker 

Kamis, 15 Okt 2026 - 21:19 WIB

EKBIS

Dukung UMKM, Bank Aceh Terima Apresiasi ILO

Kamis, 15 Okt 2026 - 16:13 WIB