TAPAKTUAN (MA) — Sebagian wilayah Aceh Selatan kembali dilanda banjir setelah diguyur hujan lebat sejak sore hingga tengah malam, Sabtu, (10/8).
Setidaknya, selama lebih kurang enam jam sejak pukul 16.00 WIB, hujan mengguyur tanpa henti. Kalaupun reda, hanya beberapa saat dalam suasana gerimis, lalu hujan lagi.
Akibatnya, sejumlah perkampungan penduduk di beberapa kecamatan seperti Tapaktuan, Samadua dan Kluet Timur tergenang air setinggi pinggang orang dewasa.
Bahkan, menurut keterangan dari salah seorang warga Gampong Lawe Bulohdidi kecamatan Kluet Timur, ketinggian air mencapai satu meter lebih.
“Banjir diperparah oleh luapan Sungai Mokap, ini kali kedua sungai meluap dalam enam bulan terakhir,” kata M. Sahid, (45).
Tidak ada korban jiwa maupun kerugian yang fatal dalam peristiwa banjir di Aceh Selatan ini, namun pemukiman penduduk tergenang sehingga menggangu mobilitas warga.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Selatan melaporkan, banjir dan sedikitnya tanah longsor terjadi akibat curah lebar yang tejadi.
Puncak hujan lebat terjadi sekitar pukul 19.00 WIB, hingga pukul 22.30 WIB. Sedangkan, di beberapa wilayah hujs lebat berlangsung sejak pukul 17.00 WIB.
Dilaporkan, wilayah Kecamatan Labuhan Barat seperti Gampong Kuta Trieng, banjir menggenangi jalan lintas nasional, sehingga terjadi antrian kendaraan dari dua arah.




