TMK YANG DIPERSOALKAN; KETIKA RUMAH TERTIMBUN LUMPUR, NEGARA MASIH MENGHITUNG SENTIMETER

Selasa, 10 Februari 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Negara, dalam konteks ini, tidak sedang mengukur penderitaan—tetapi mengukur sentimeter.

SUARA DARI KAMPUNG PINGGIR SUNGAI

DI DUSUN Tanjung Mulia, Desa Kaloy, suara warga terdampak justru memperlihatkan ironi sistem.

Seorang warga bernama Tawarati menyampaikan keberatan; “Saya mewakili orang tua saya, rumah orang tua saya masuk TMK. Padahal rumah mamak saya di pinggir sungai, kampung di pinggir ni, rumah mamak saya remuk.”

Kesaksian serupa datang dari Mama Asha dan Raziq, terkait rumah orang tua mereka, almarhum Awisman, mantan Datok Penghulu Alur Manis;

Air banjir mencapai atap asbes. Bagian dapur dan belakang rumah hancur. Dinding dapur retak hingga tembus ke luar. Pintu belakang jebol. Isi rumah habis. Hanya tersisa kursi, rangka tempat tidur, dan lemari yang masih bisa diselamatkan. Tinggi lumpur pascabanjir setinggi betis orang dewasa. Namun, rumah tersebut tetap berstatus TMK.

BACA JUGA...  DARI REGULASI KE REALITAS

Ironisnya, proses verifikasi dilakukan setelah rumah dibersihkan, setelah warga menghabiskan uang pribadi untuk mengeluarkan lumpur yang sudah mengeras dan memadat.

Seorang warga menyindir getir: “Yang kena Cuma semeter tidak masuk TMK, yang kena sampai seatap dan ludes malah TMK. Good job pemerintahnya.”

TMK: STATUS ADMINISTRATIF, DAMPAK SOSIAL

Berita Terkait

Air yang Datang, Sawah yang Kembali Berharap
Lilawangsa Run 2026: Berlari Merawat Asa, Memulihkan Luka Pascabencana
Jembatan untuk Pulang, Jalan untuk Bangkit
Ketika Jalan Kembali Terang
Dari Lumpur dan Arus Deras, Armia Pahmi Menata Kembali Aceh Tamiang
Ayah Wa Temui BNPB, Perjuangkan Pemulihan Pascabanjir di Aceh Utara
Rakyat Butuh Solusi, Bukan Alasan, Salihin: Copot Kepala BPJN Aceh 
Aceh dan Janji yang Belum Tuntas

Berita Terkait

Senin, 10 Agustus 2026 - 18:43 WIB

Air yang Datang, Sawah yang Kembali Berharap

Senin, 10 Agustus 2026 - 11:15 WIB

Lilawangsa Run 2026: Berlari Merawat Asa, Memulihkan Luka Pascabencana

Senin, 10 Agustus 2026 - 10:31 WIB

Jembatan untuk Pulang, Jalan untuk Bangkit

Minggu, 9 Agustus 2026 - 14:38 WIB

Ketika Jalan Kembali Terang

Senin, 6 Juli 2026 - 13:10 WIB

Dari Lumpur dan Arus Deras, Armia Pahmi Menata Kembali Aceh Tamiang

Berita Terbaru

HUKOM

Tiga Residivis Kembali Ditangkap 

Kamis, 20 Agu 2026 - 15:46 WIB

PEMERINTAHAN

Teuku Adian Makmur Dilantik 

Kamis, 20 Agu 2026 - 15:41 WIB

PEMERINTAHAN

Pemkab Aceh Barat Terima penghargaan dari Kemenkum RI

Kamis, 20 Agu 2026 - 14:51 WIB