Terkait OTT Gubernur Aceh, Panglima Yatim: Sarat Kepentingan Politik

Jumat, 6 Juli 2018

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Banda Aceh | AP – Terkait Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh KPK terhadap Gubernur Aceh, Irwandi Yusuf beberapa hari lalu, menuai rekasi dan menjadi perbincangan hangat warga Aceh. Seperti yang disampaikan Salah sorang warga Aceh, Sab. Rafiq Sabri, Kamis (05/07/2018), dirinya menduga, penangkapan tersebut ada unsur kriminalisasi dan sarat kepentingan politik dan juga tentunya telah menciderai perjanjian damai di Aceh.

Sab. Rafiq Sabri akrab disapa Panglima Yatim menyebutkan, berdasarkan pemberitaan yang bererdar, banyak masyarakat yang menduga Irwandi Yusuf ketangkap tangan saat menerima uang dugaan suap. Namun, realitanya, Irwandi Yusuf dijemput dipendopo gubernur dan langsung digelandang ke Polda Aceh untuk diperiksa.

“Kalimat Operasi Tangkap Tangan adalah sangat rancu, karena Irwandi Yusuf tidak menerima uang atau sedang melakukan traksaksi apapun,” kata Panglima Yatim.

BACA JUGA...  KPK Buka Kompetisi Unit Pengendali Gratifikasi Terbaik

Bahkan, tambah Panglima Yatim, perbincangan sebagian warga Aceh di warung-warung, terkesan, penangkapan Irwandi Yusuf sudah direncanakan, sementara  kasus korupsi lainnya di Aceh, seperti, berita tentang penyelewengan dana beasiswa pendidikan sampai milyaran rupiah belum tersentuh.

“Apakah benar Irwandi Yusuf tergiur dengan dana cuma Rp 500 juta saja?,” tanya Panglima Yatim.

Belum lagi, lanjut Panglima Yatim, saat dilakukan evakuasi, Irwandi Yusuf diangkut bagaikan teroris yang telah membunuh ratusan nyawa dengan pengawalan super ketat dan menggunakan panser.

“Kami meminta Lembaga KPK, agar dapat memberikan penjelasan lebih lugas dan tegas  mengklarifikasi, Irwandi Yusuf bukan tertangkap tangan, tapi beliau dibawa dari Pendopo Gubernur Aceh ke Polda Aceh dan jangan cepat menghukum orang lain sebelum proses pembuktian hukum di pengadilan, biarkan KPK bekerja secara independen tanpa ada tekanan dari pihak manapun,” tambahnya.

BACA JUGA...  Keangkuhan Akademik Yang Berlutut Pada Laku Spiritual

Dirinya menduga, penangkapan tersebut, ada unsur kriminalisasi dan sarat kepentingan politik dan juga tentunya telah menciderai perjanjian damai di Aceh. “Apalagi, Irwandi Yusuf merupakan salah satu tokoh yang fenomenal di Aceh, sudah banyak terobosan-terobosan yang telah dilakukan oleh beliau, mulai dari program beasiswa dan bantuan dana pendidikan untuk anak yatim, JKA Plus, dan hal lainnya,” uangkap Panglima.

Dikatannya, jika hal ini tidak disikapi secara arif dan bijaksana, dirinya sangat khawatir akan berpotensi konflik kembali dan masyarakat di Aceh akan terpecah baik yang Pro maupun kontra.

BACA JUGA...  Dukung Demo di KPK, Asib Amin: Jangan Sampai Dikuasai Asing

Panglima Yatim mengaku, sangat mendukung dan menghormati tugas KPK dalam hal operasi pemberantasan korupsi khususnya di Aceh sebagai daerah otonomi. Tapi, menurutnya, hal ini perlu dikaji ulang dan jangan semena-mena dalam melaksanakan tugasnya.

“Tegakkan keadilan dengan hakiki dan berperikemanusiaan dengan mengedepankan azas praduga tak bersalah,” pungkasnya.

Dia mengharapkan, KPK harus memahami bahwa Aceh tidak sama dengan daerah lain dalam menyikapi persoalan yang timbul. Karena, menurut Panglima Yatim, Aceh masih sangat perlu pembinaan dalam segala aspek kehidupan pasca perdamaian antara GAM dan RI.

“Demi menjaga perdamaian tersebut secara berkesinambungan,” tegas Panglima Yatim. [PYR]

Berita Terkait

Terduga Judol di Aceh Selatan Diamankan Polisi 
Operasi Sarang Narkoba Sasar Jalur Tapaktuan–Subulussalam
Pamsimas Rp405 Juta Mangkrak, Warga Aceh Timur Minta Diusut
Tim Pengacara Desak Poltekpel Buka Fakta Kematian Rasya
KPK Usut Korupsi BPN
Isu Begal Pengaruhi Mobilitas Warga  di Aceh Selatan 
Penculikan Mahasiswa Terungkap, Polisi Amankan Senpi dan Pelaku
Tgk Agam Bantah Pukul ML, Siapkan Laporan Balik

Berita Terkait

Selasa, 20 Oktober 2026 - 23:04 WIB

Terduga Judol di Aceh Selatan Diamankan Polisi 

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 21:02 WIB

Operasi Sarang Narkoba Sasar Jalur Tapaktuan–Subulussalam

Minggu, 4 Oktober 2026 - 12:11 WIB

Pamsimas Rp405 Juta Mangkrak, Warga Aceh Timur Minta Diusut

Kamis, 1 Oktober 2026 - 07:55 WIB

Tim Pengacara Desak Poltekpel Buka Fakta Kematian Rasya

Jumat, 18 September 2026 - 17:50 WIB

KPK Usut Korupsi BPN

Berita Terbaru

Bupati Aceh Utara Ayah Wa.

PEMERINTAHAN

Ayah Wa Ajak Warga Berbusana Santri

Rabu, 21 Okt 2026 - 22:17 WIB

Terduga IR pemain Judol saat diamankan Satreskrim Polres Aceh Selatan. (mediaaceh.co.id/Maslow Kluet).

HUKOM

Terduga Judol di Aceh Selatan Diamankan Polisi 

Selasa, 20 Okt 2026 - 23:04 WIB

EKBIS

Haili Yoga Minta SCOPI Turun ke Aceh Tengah

Selasa, 20 Okt 2026 - 20:57 WIB

"Kolam"  musiman di  tengah Kota Tapaktuan mengancam keselamatan warga. Genangan air  yang menyerupai  "kolam" terbentuk paska hujan lebat. Foto direkam, baru lau.(mediaaceh.co.id/Maslow Kluet).

PEMERINTAHAN

Kolam di Tengah Kota, Ancam Keselamatan Warga 

Selasa, 20 Okt 2026 - 20:49 WIB

Bupati Aceh Utara H. Ismail A Jalil, SE., MM (Ayah Wa)

PEMERINTAHAN

Ayah Wa: Semarakkan Hari Santri 2026 dengan Berpakaian Putih 

Selasa, 20 Okt 2026 - 17:11 WIB