“Kehadiran kalian di Aceh Tamiang adalah bentuk bhakti kepada bangsa dan negara. Laksanakan tugas dengan niat yang tulus, sikap yang terpuji, dan semangat juang yang tinggi. Jadilah Taruna dan Kadet yang memberi harapan bagi masyarakat.”
[Letjen TNI Sidharta Wisnu Graha, Komandan Jenderal Akademi TNI].
ACEH TAMIANG belum sepenuhnya pulih. Di sejumlah titik, sisa lumpur masih melekat di dinding rumah, sementara sebagian warga masih hidup dalam ketidakpastian pascabencana.
Di tengah situasi itu, negara hadir bukan hanya lewat bantuan material, tetapi juga melalui manusia-manusia muda yang datang membawa disiplin, tenaga, dan empati.
Pagi itu, di Lapangan Batalyon Infanteri Yonif 111/Karma Bhakti, ratusan Taruna TNI–Polri dan Kadet berdiri tegap. Mereka bukan sekadar peserta latihan. Mereka adalah bagian dari harapan pemulihan.
JAGA SIKAP DAN PERILAKU
KOMANDAN Jenderal (Danjen) Akademi TNI, Letjen TNI Sidharta Wisnu Graha, dengan nada tegas namun bernuansa kehangatan, mengingatkan para Taruna dan Kadet agar menjaga sikap dan perilaku selama bertugas di Kabupaten Aceh Tamiang.
Pesan itu disampaikannya dalam arahan kepada peserta Satuan Tugas Taruna (Satgastar) dan Latihan Integrasi Taruna Nusantara (Latsitardanus) ke-46, Senin, 26 Januari 2026 lalu.



