Hadirnya sejumlah pejabat penting dalam kegiatan tersebut mempertegas dukungan institusional terhadap pelaksanaan Latsitardanus.
Tampak hadir Rektor Universitas Pertahanan RI, para Gubernur Akademi Angkatan dan Akademi Kepolisian, Direktur Pendidikan Akademi TNI, serta jajaran pejabat TNI dan Polri di wilayah Aceh Tamiang.
Kehadiran mereka menjadi simbol sinergi antara dunia pendidikan pertahanan dan kebutuhan riil masyarakat. Negara, melalui institusi pendidikannya, hadir langsung di tengah warga yang terdampak.
Letjen TNI Sidharta Wisnu Graha berharap, pengalaman di Aceh Tamiang akan membekas kuat dalam ingatan para Taruna dan Kadet.
Suatu hari kelak, ketika mereka memegang tanggung jawab yang lebih besar, memori tentang pengabdian di wilayah bencana ini diharapkan menjadi kompas moral dalam setiap pengambilan keputusan.
Ia menutup arahannya dengan pesan yang sarat makna; bahwa tugas kemanusiaan tidak mengenal pangkat, tetapi menuntut keikhlasan.
Di Aceh Tamiang, pemulihan pascabencana masih berjalan. Jalan panjang menuju normalitas belum sepenuhnya selesai.
Namun, di tengah keterbatasan itu, kehadiran Taruna dan Kadet menghadirkan pesan kuat; negara tidak absen. Dengan seragam, disiplin, dan empati, mereka berdiri bersama masyarakat, bukan di atasnya.



